Breaking News
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
Limbah Pabrik Batik Dikeluhkan Warga Pasir Bolang

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang – Warga desa Pasir Bolang Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang mengeluhkan pembuangan limbah pembuatan batik dari kawasan Baja Mas. Beberapa masyarakat menolak keberadaan pembuangan limbah batik tersebut, karena menurut masyarakat limbah tersebut diduga mengandung zat kimia. Jamal (35) warga pasir Bolang Senin (07/02/2022) kepada wartawan mengatakan, bahwa masyakarat mengeluhkan adanya pembuangan limbah batik di wilayahnya airnya sangat keruh berwana merah yang diduga mengandung Kimia. “Kami selaku warga sekitar, menolak adanya pembuangan limbah dari Pabrik tersebut, pabrik batik tersebut sudah berdiri sekitar 5 tahun, terkait untuk ijin bangunan pabrik tersebut kami tidak tahu, dan Ipalnya pun kami tidak tahu ada apa ga, silahkan tanya langsung saja instansi terkait," katanya. Sementara, salah satu pegawai di salah satu pabrik batik tersebut mengatakan, tidak mengetahui ijin pembuangan limbah batik tersebut, PT nya pun ia tidak mengetahuinya "Saya tidak tahu tentang ijin Ipal limbahnya pak, jangankan Ipal nama PT atau CV pun saya tidak tahu pak. Saya hanya pekerja harian yang di gaji hanya lima puluh ribu rupiah perhari untuk yang baru dan delapan puluh ribu rupiah untuk yang lama, karyawan disini berjumlah sekitar 100 orang" ucapnya.(Tim/MP/Red.)


.jpg)














