Breaking News
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Limbah Pabrik Batik Dikeluhkan Warga Pasir Bolang

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang – Warga desa Pasir Bolang Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang mengeluhkan pembuangan limbah pembuatan batik dari kawasan Baja Mas. Beberapa masyarakat menolak keberadaan pembuangan limbah batik tersebut, karena menurut masyarakat limbah tersebut diduga mengandung zat kimia. Jamal (35) warga pasir Bolang Senin (07/02/2022) kepada wartawan mengatakan, bahwa masyakarat mengeluhkan adanya pembuangan limbah batik di wilayahnya airnya sangat keruh berwana merah yang diduga mengandung Kimia. “Kami selaku warga sekitar, menolak adanya pembuangan limbah dari Pabrik tersebut, pabrik batik tersebut sudah berdiri sekitar 5 tahun, terkait untuk ijin bangunan pabrik tersebut kami tidak tahu, dan Ipalnya pun kami tidak tahu ada apa ga, silahkan tanya langsung saja instansi terkait," katanya. Sementara, salah satu pegawai di salah satu pabrik batik tersebut mengatakan, tidak mengetahui ijin pembuangan limbah batik tersebut, PT nya pun ia tidak mengetahuinya "Saya tidak tahu tentang ijin Ipal limbahnya pak, jangankan Ipal nama PT atau CV pun saya tidak tahu pak. Saya hanya pekerja harian yang di gaji hanya lima puluh ribu rupiah perhari untuk yang baru dan delapan puluh ribu rupiah untuk yang lama, karyawan disini berjumlah sekitar 100 orang" ucapnya.(Tim/MP/Red.)

















