- Lansia dan Disabilitas Warga Desa Bululawang Bersyukur BLT-DD Mengucur
- Ribuan Kendaraan Serbu Puncak, Polisi Berlakukan One Way Lebih Awal
- Mendikdasmen: Pendidikan Tak Cukup Sekadar Angka, Karakter Bangsa Harus Dibangun
- Hadiri Hardiknas 2026, Ketua DPRD Barito Utara Perkuat Komitmen Pendidikan
- Bupati Barut Dalam Moment Hardiknas, Sekolah Jadi Pilar Integrasi Sosial Melalui Pendidikan Inklusif dan Holistik
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
Lantik Pejabat Eselon 1, Menkop Fokus Wujudkan 16 Program Prioritas

Keterangan Gambar : Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi melantik empat pejabat Eselon 1 di jajaran Kementerian Koperasi (Kemenkop)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi melantik empat pejabat Eselon 1 di jajaran Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mensukseskan 16 Program Prioritas yang sudah dicanangkan. Keempat pejabat tersebut adalah Ahmad Zabadi (Sekretaris Kemenkop), Herbert Siagian (Deputi Bidang Pengawasan Koperasi), Rulli Nuryanto (Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro), dan Henny Navilah (Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga).
"Ada 16 Program Prioritas yang harus diselesaikan," tegas Menkop, pada acara pelantikan Pejabat Eselon 1 Kemenkop, di Jakarta, Senin (2/12).
Program-program prioritas tersebut diantaranya penuntasan revisi UU Perkoperasian, pendirian bank koperasi, produksi minyak makan merah, Sarjana Penggerak Koperasi (SPK), pembebasan Kredit Usaha Tani (KUT), hingga keterlibatan koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis.
Baca Lainnya :
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
- Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
"Tentunya, program-program yang telah ditetapkan merupakan tantangan yang harus dijawab dengan kerja kita semua, kerja cepat, dan kerja efektif menjadi kunci Kemenkop," ucap Menkop.
Oleh karena itu, Menkop Budi mengajak jajarannya untuk menuntaskan satu persatu dari 16 program tersebut. "Penting juga bagi kita untuk bekerja mencapai target program-program prioritas. Bahkan, pekerjaaan-pekerjaan yang melibatkan antar kedeputian harus dikoordinasikan dengan baik," ucap Menkop.
Menkop berharap, komunikasi masing-masing kedeputian harus dipastikan lancar. "Terlalu besar target yang kita selesaikan jika hanya mengandalkan kedeputian tertentu. Sehingga, kerjasama tim menjadi kewajiban bagi kita," kata Menkop.
Menkop menekankan keinginannya untuk menghilangkan ego sentris masing-masing kedeputian. "Saya yakin, dengan proses bekerja yang baik juga akan menghasilkan output kerja yang positif. Artinya, kerjasama tim menjadi yang utama untuk mencapai target," kata Menkop.
Lebih dari itu, Menkop mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menaruh perhatian besar terhadap peran koperasi dalam pembangunan selama lima tahun ke depan. "Maka, kita harus bisa menjawab kepercayaan Presiden dan Wapres untuk meningkatkan produktifitas koperasi, serta mensejahterakan anggota koperasi," kata Menkop.
Terlebih lagi, lanjut Menkop, peran Kemenkop dapat menjadi sangat strategis karena keterlibatan koperasi dalam Asta Cita nomor 2, 3, dan 5. "Presiden dan Wapres memberikan ruang yang luas bagi koperasi untuk berkontribusi dalam mensejahterakan masyarakat," kata Menkop.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kemenkop (SesKemenkop) Ahmad Zabadi menggarisbawahi dan memastikan peran organisasi Kemenkop bisa berjalan dengan efisien dan efektif, agar bisa cepat beradaptasi dengan kebutuhan koperasi moderen. "Apalagi, pada Rancangan Awal RPJMN 2025-2029, Kemenkop memiliki tugas mendukung swasembada pangan, revitalisasi KUD, hilirisasi, dan industrialisasi," ucap Zabadi, usai pelantikan. ( Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)















