Breaking News
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Kusnadi : Kirab Tumpeng Agung Wujud Harmonisasi Antara Bumi Pertiwi, Manusia, dan Sang Pencipta

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Unjuk Syukur kepada Sang Hyang Widhi gelaran Kirab Tumpeng Agung di Blitar merupakan peradaban yang tak boleh dilupakan dari generasi ke generasi, warisan leluhur dengan adat budaya di Nusantara seperti pada acara Kirab yang digelar berbentuk arak arakan ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan kekayaan bumi Nusantara. Hal ini disampaikan oleh Kusdandi, S.H M.Hum Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ketika menghadiri kirab budaya Tumpeng Agung pada Senin (27/06/22). Kirab Tumpeng Agung Nusantara “Gotong Royong 2022 adalah peringatan ynag ke sebelas dalam, kegiatan ini dilakukan juga dalam rangkaian Mahargya Candi Palah Penataran atau Peringatan Hari Jadi Candi Palah Penataran ke-825 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN). Sedangkan tema yang di ambil pada perayaan tersebut adalah “Kumambange Watu Item”, maknanya sebuah pekerjaan berat tak akan mungkin diselesaikan sendiri, Watu item atau batu hitam adalah bebatuan alam yang berwarna hitam dan berat bila dibanding batu gombong yang sering dijumpai di sungai. "Selaku pejabat pemerintah saya sangat mengapresiasi kepada segenap pihak utamanya generasi muda yang masih tetap peduli dan tetap mempertahankan khasanah budaya bangsa warisan leluhur, ujar Kusnadi. Sedangkan rangkaian Kirab Tumpeng Agung Nusantara “Gotong Royong” seperti yang dikwmukakan oleh Aris sugito selaku Panitia Penyelenggra menjelaskan acara kirab dimulai dari ritual Bedhol Kirab dengan membaca doa dan mantra-mantra di Situs Balekambang yang kemudian desa modangan Kecamatan Nglegok, usai pembacaan doa bersama para tokoh agama dan pemangku adat, acra dilanjutkan dengan parade arak arakan diiringi kesenian tradisional untuk menuju Candi Palah Penataran yang menempuh jarak kurang lebih sekitar 3 km.
"Penataan urutan peserta kirab dimulai dari Cucuk Lampah manggolo yudo (Jatayu), Damar Kambang, Pasukan Merah Putih, Cucuk Lampah (Jatayu), Damar Kambang, Pasukan Merah Putih, Mbok Ireng, Putri Domas, Tumpeng Agung, Tumpeng Hasil Bumi," ungkapnya.
Karena sekarang ini Kabulaten Blitar telah melewati masa pandemi Covid 19 dan sekarang menuju masa endemi, kirab budaya mendapat ansias tinggi masyarakat untuk menyaksikan jalanya kirab, yang memukai penonton ada beberapa paguyuban seni tradisional h
tari seribu barong yang menempati barisan paling belakang.
Kusnadi yang juga sebagai ketua DPRD Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan pesan penting, bahwa Kirab Tumpeng Agung Nusantara yang konotasinya adalah sebabagai bentuk menghormati para leluhur yang telah mengajarkan nilai-nilai adiluhung, kegotongroyongan, dalam kebhinekaan jangan lekang oleh waktu, untuk menjaga nilai nilai itu pihaknya minta perhatian oleh semua pihak .
"Kegiatan Kirab Tumpeng Agung Nusantara di Blitar ini adalah suatu contoh dari pegiat budaya untuk menghargai dan mengenang para leluhur kita yang telah memberikan nilai-nilai budi pekerti luhur, misalnya semangat gotong royong, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan bersejarah yang memiliki relief dan corak dengan kompleksitas yang luar biasa,” tuturnya.
Selanjutnya Kusnadi yang juga sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P ) juga menyebut sebagai bentuk melestarikan kebudayaan, gelaran acara yang diadakan setiap tahun ini juga dapat dijadikan sarana memupuk dan meningkatkan tali persaudaraan dan sebagai pengingat untuk menjaga keharmonisan utamanya bumi pertiwi, manusia, dengan Sang Kholiq,"tutup Kusnadi. (za/mp)

.jpg)















