KPU dan Akademisi Soroti Tantangan E-Counting, Kepercayaan Publik Jadi Faktor Penentu

By Achmad Sholeh(Alek) 13 Nov 2025, 00:08:25 WIB DKI Jakarta
KPU dan Akademisi Soroti Tantangan E-Counting, Kepercayaan Publik Jadi Faktor Penentu

Keterangan Gambar : kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Adopsi Teknologi Pemungutan dan Penghitungan Suara: Peluang dan Tantangan Menuju e-Counting di Indonesia”, yang digelar di kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Rabu (12/11).


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta — Kondisi geografis Indonesia yang luas, disparitas jaringan internet, serta perlunya kolaborasi lintas lembaga dan akademisi menjadi tantangan sekaligus kunci penting dalam membangun sistem pemilu berbasis e-Counting di masa depan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Dody Wijaya, dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Adopsi Teknologi Pemungutan dan Penghitungan Suara: Peluang dan Tantangan Menuju e-Counting di Indonesia”, yang digelar di kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Rabu (12/11).

 “Sistem e-Counting harus didukung oleh teknologi yang mumpuni, kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur yang kuat, serta simulasi teknis yang dilakukan secara berulang,” ujar Dody.

Baca Lainnya :

Dalam forum tersebut, Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos menekankan pentingnya transformasi digital dalam penyelenggaraan pemilu, termasuk penerapan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang telah terbukti membantu proses rekapitulasi suara pada Pilkada sebelumnya.



 “Transformasi digital menuntut penyelenggara Pemilu untuk lebih adaptif dan inovatif. Pemanfaatan teknologi informasi harus diiringi peningkatan kompetensi SDM agar demokrasi kita semakin berkualitas dan akuntabel,” tegas Betty.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta Wahyu Dinata menilai, penerapan e-Counting perlu dikaji secara mendalam dengan memperhatikan pengalaman negara lain.

 “Beberapa negara sudah mencoba e-Counting namun kembali ke sistem manual. Indonesia perlu menilai kesiapan dan tantangannya secara menyeluruh agar proses demokrasi tetap transparan dan efisien,” jelas Wahyu.

Dalam kesempatan yang sama, Teuku Harza Mauludi, Sekretaris Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi dalam pemilu merupakan langkah penting di era demokrasi digital, namun tetap harus memperhatikan aspek keamanan dan kepercayaan publik.

 “Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan penyelenggara pemilu sangat penting agar sistem e-Counting berjalan akuntabel dan dipercaya publik,” kata Harza secara daring.

Dari perspektif internasional, Michael Yard dari International Foundation for Electoral Systems (IFES) memaparkan bahwa penerapan e-voting membutuhkan tiga elemen dasar: kerangka hukum yang jelas, infrastruktur yang memadai, dan kepercayaan publik. Ia mencontohkan Brasil yang cepat namun kurang transparan, serta Filipina yang lebih transparan karena menggunakan sistem hybrid.

 “Transparansi jauh lebih penting daripada kecepatan. Teknologi tidak bisa menggantikan kepercayaan publik,” tegas Michael.

Sementara itu, Ikhsan Darmawan, Asisten Profesor Ilmu Politik Universitas Indonesia, menekankan pentingnya roadmap nasional yang jelas dalam penerapan teknologi pemilu di Indonesia.

 “Indonesia perlu memiliki peta jalan yang mencakup decision in principle, testing phase, dan adoption phase agar e-voting bisa diimplementasikan secara matang,” ujarnya.

Kegiatan FGD ini ditutup dengan simulasi penggunaan sistem e-Counting oleh para peserta, sebagai langkah awal memahami mekanisme digitalisasi penghitungan suara di masa depan. (Alek)




  • Ditresnarkoba PMJ Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintesis di Jakbar, Penjualan Capai Rp 7 Miliar

    🕔11:09:14, 24 Jan 2026
  • Upaya Atasi Masalah Pertanahan dalam Kawasan Hutan, Menteri Nusron: Sudah Miliki MoU dengan Menteri Kehutanan

    🕔00:32:59, 23 Jan 2026
  • Untuk Kepentingan Bangsa dan Negara, Menteri Nusron Sepakati Pencabutan HGU Seluas 85 Ribu Hektare di Atas Tanah Kemenhan

    🕔00:38:46, 23 Jan 2026
  • Ikatan Wartawan Online dan Universitas Bung Karno Teken MoU untuk Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi

    🕔07:55:07, 23 Jan 2026
  • Raker Bersama Pansus DPR RI, Menteri Nusron Targetkan Kebijakan Satu Peta Rampung Lebih Cepat

    🕔21:32:50, 22 Jan 2026