- 150 Massa di Majalengka Long March, Polisi Siaga Kawal Aksi Damai MBG
- Bupati Barito Utara Bacakan Amanat Presiden pada HUT ke-80 Bhayangkara
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Rian Bakal Calon Ketum TheJak: Saatnya Manajemen Lebih Terbuka, TheJak Milik Kita Bersama Bukan Segelintir Orang
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
Ketua RT di Desa Sukorejo Lodoyo Tewas di Rumah Polisi Gara Peluru Senapan Rakitan Nyasar ke Dada

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Diduga kena peluru nyasar, Arie Sudarmawan (38) Warga Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sutojayan, tewas kena peluru nyasar milik FS, Selasa malam, di belakang rumah Agung anggota Polsek Panggungrejo.
Akibat kejadian ini pemilik senapan rakitan kini diamankan Polres Blitar. Sekarang petugas sedang melakukan pendalaman motif tewasnya sang ketua RT tersebut, kasus masih sedang dalam penyelidikan pihak berwajib.
Baca Lainnya :
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
- Polres Majalengka Sikat Jambret, Tangkap Pelaku Hitungan Jam
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
Sber informasi dilapangan memyebutkan sebelum korban meninggal, korban bersama empat temannya sedang ngopi di dekat rumahnya. Sekitar jam 20.00 WIB, korban bersama temanya tersebut, menuju rumah Agung salah satu anggota Polres Blitar. Mereka memiliki hobby berburu hewan dengan senapan angin rakitan.
Sampai di rumah Agung, mereka sempat bercanda. Karena belakang rumah Agung terdapat kebun pepaya, yang sering dihinggapi kelelawar. Selanjutnya, korban memompa senapanya. Teman lainya saling mengincar sasaran. Tidak jelas peluru nyasar, tiba- tiba mengenai dada korban sebelah kiri bersarang di jantungnya. Kena tembakan nyasar, korban sempat mengaduh, dadaku ngilu.
Selang beberapa lama korban terjatuh dikegelapan malam. Akhirnya korban dilarikan ke RS Aulia, sayang dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya. Kabar meninggalnya korban membuat heboh warga setempat.
Kasus tewasnya korban ditangani anggota Polres Blitar. Polisi berhasil mengamankan baju bersimbah darah milik korban dan senapan rakitan tersebut. Dihubungi melalui ponselnya, Agung menjelaskan, kasusnya sudah ditangani Polres.
"Karena kejadianya di belakang rumah, saya menjadi saksi dalam perkara ini. Sementara Haji Romdoni (68) ayah korban merelakan anaknya berpulang. "Anak saya meninggal karena Allah. Saya merelakan. Dan karena tidak ada firasat apapun, saya tidak percaya anak saya sudah meninggal," ungkapnya berduka. (za/mp)

















