- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
Kepala Kantor Bea Cukai Blitar Tangani Kasus Rokok Ilegal di Kecamatan Garum, ini penjelasanya

Keterangan Gambar : Herlambang Wicaksono petugas penyidik bea cukai Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Kepala Kantor Bea Cukai Blitar berhasil amankan ribuan rokok ilegal dan mengamankan barang bukti, dan melakukan penangkapan dua pelaku yang diduga sebagai penjaga gudang rokok tanpa cukai di Desa Bence Kecamatan Garum kemarin, menimbulkan polemik di masyarakat. Sekitar 80 ribu batang rokok tanpa cukai senilai Rp.53 juta berhasil disita petugas Bea Cukai.
Petugas saat ini tengah memanggil masing-masing AS dan RS sebagai penjaga gudang yang juga warga setempat ke duanya diperiksa sebagai saksi. Sedangkan, tersangkanya pemilik rokok merk Manggo Top, masih dalam penyelidikan petugas Bea Cukai yang berkantor di Jl.Sudanco Supriadi Blitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangkanya. Sehingga, petugas Bea Cukai kini bisa menetapkan denda tanpa melalui pengadilan. Hal ini disampaikan Herlambang Wicaksono Penyidik Fungsional Bea Cukai yang membawahi Kota dan Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.
Baca Lainnya :
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan
Menurutnya, undang-undang no. 7 tahun 2021, tentang harmonisasi peraturan perpajakan, undang - undang perubahan UU no 39 tahun 2007 tentang UU no 11 tahun 1995 tentang cukai.
Atas dasar peraturan tersebut, pihaknya secara administrasi bisa menentukan jumlah denda tanpa melalui pengadilan. Bahkan, pelanggaran terhadap pelaku yang sanksinya pidana bisa di restorative justice (sebuah pendekatan untuk menyelasaikan konflik hukum dengan menggelar mediasi antar korban dan terdakwa).
Karena kasusnya khusus, sehingga penangananya khusus pula. Kasus yang ditangani kerugiannya yaitu negara. Perlu pemulihan dan perbaikan kondisi di bidang cukai. Pidana adalah alternatif terakhir penyelesaian perkara.
Sehingga dalam penanganan kasus pelanggaran rokok tanpa cukai, bisa membayar denda dua sampai sepuluh kali jumlah obyek kerugian negara, yang ditimbulkannya.
"Setelah proses penyidikan, kami menawarkan untuk membayar denda atau pidana. Termasuk eksekusinya kami serahkan ke kantor. Teknis kami mengeluarkan kode biling yang merupakan bukti pembayaran sah ke negara," urai Herlambang.
Menuai kontroversinya, pihak Bea Cukai menetapkan denda kepada tersangka tanpa melalui pengadilan. Dan bisa diselesaikan di meja Bea Cukai. Termasuk jumlah penetapan denda.
Bahkan adanya isu kasus Garum, yang secara diam-diam petugas menerima denda Rp.50 juta langsung ditepis Herlambang.
"Itu yang perlu kita luruskan, itu tidak benar. Karena kasusnya masih berjalan, kami belum memutuskan denda. Kalau kami putuskan dengan kerugian negara 53 juta dikalikan tiga sudah berapa. Tidak hanya Rp.50 Juta rupiah," tandas Herlambang.
Sementara itu, pakar hukum Dr.Supriarno, SH, MH mengatakan kasus penanganan kasus pelanggaran rokok ilegal, termasuk kerugian negara seharusnya tidak bisa di RJ.
"Kasus RJ seyogyanya berkas perkaranya harus lengkap. Selanjutnya diputuskan berdasarkan kesepakatan para pihak. Sebenarnya RJ itu juga diadili. Hakimlah yang mengadili dan menentukan dendanya," pungkasnya. ** (za/mp)









.jpg)

.jpg)





