- Irjen Pol Wibowo Resmi Pimpin Korps Lalu Lintas Polri gantikan Irjen Agus Suryonugroho
- Hadiri Groundbreaking Lanjas, Hj Nety Herawati Harapkan Manfaat Besar bagi Warga
- Taufik Nugraha Hadiri Groundbreaking Penataan Kawasan Kumuh Lanjas, Dukung Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
- Jakarta Fair 2026 Tembus 4 Juta Pengunjung, JIEXPO Optimistis Capai Target 6 Juta
- Ketua MUI Periuk Yang Baru KH.Muhammad Yasin ,S.Pd Silaturahmi Ke Empat Tokoh Masyarakat
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Pemerintah Perkuat Keamanan Penerbangan Perintis Usai Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo
- DPR Apresiasi BNN dan Polda Jatim Usai Gagalkan Peredaran 3,37 Ton Ganja di Gresik
- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
Kepala Bapenda Tindak Tegas Bila Oknum Terbukti Pungli di Pos MBLB Babadan Wlingi

Keterangan Gambar : Kepala Bapenda kabupaten Blitar Asmaningayu dewi akan tindak tegas oknum penjaga pos MBLB Babadan wlingi
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sikapi maraknya dugaa pungutan liar bahan tambang galian c, Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB) Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar langsung perintahkan tim koordinasi lakukan inspeksi mendadak (sidak)
Dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) yang mencuat di Pos Pengamanan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) terjadi di Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, hal ini Kepala Bapenda Asmaningayu Dewi, L, ST. MM setelah mendapatkan laporan adanya dugaan pungli.
"Dari informasi itu petugaa langsung respons cepat, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar turun lapangan,"ungkap Ayu. .
Baca Lainnya :
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
Kepala Bapenda Kabupaten Blitar, Asmaningayu Dewi L., ST.MM, atau yang akrab disapa Ayu, lebih lanjut menekankan antisipasi kebocoran PAD sektor tambang MBLB, Bapenda akan mengambil sikap tegas untuk menertibkan situasi tersebut. Karena pengawasan di sektor MBLB bagian penting dalam menjaga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memastikan tata kelola pajak berjalan sesuai ketentuan.
“Kami segera melakukan langkah optimalisasi. Salah satunya dengan melakukan operasi gabungan penertiban di Pos Pengawasan MBLB,” ungkap Ayu tegas, Kamis (30/10/25) kepada awak media.
Terkait dugaan pungutan itu, Dia akan tetap berkomitmen perhatian serius terhadap para penyedia jasa petugas pemeriksa di pos pengawasan MBLB. Para petugas diwajibkan bekerja secara profesional sesuai komitmen yang telah disepakati, termasuk dengan konsekuensi tegas bagi yang melanggar.
“Jika terbukti oknum melakukan penyimpangan petugas yang melakukan penyelewengan, kami pastikan akan ditindak tegas,” imbuhnya.
Terkait Pos MBLB Babadan yang menjadi sorotan, Bapenda akan segera meninjau langsung kondisi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memetakan secara jelas akar permasalahan dan menentukan upaya perbaikan yang diperlukan.
Ayu juga mengingatkan para pengemudi dan pihak terkait bahwa Surat Tanda Pengecekan (STP) tetap wajib ditunjukkan saat melintas di pos pengawasan. Dokumen tersebut merupakan bagian penting dari sistem pengawasan dan penarikan pajak daerah yang sah.
Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa Bapenda Kabupaten Blitar tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tata kelola Pajak MBLB. Evaluasi ini bertujuan mencegah kebocoran pendapatan serta memastikan semua potensi pajak dapat masuk ke kas daerah dengan transparan.
“Berbagai potensi kebocoran, seperti yang mungkin terjadi di Babadan, akan segera kami tindak lanjuti. Ini bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan PAD Kabupaten Blitar,” pungkas Ayu.
Dengan langkah tegas tersebut, Bapenda Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya dalam menciptakan tata kelola pajak yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik ilegal. (za/MP)















