- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
Kementerian UMKM Gandeng YDBA Gelar ToT Lembaga Inkubator Wujudkan Ekosistem Wirausaha Inklusif

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersama Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) berkomitmen menciptakan ekosistem wirausaha yang lebih inklusif dan berdaya saing dengan menyelenggarakan program Training of Trainers (ToT) bagi para pendamping di lembaga inkubator bisnis.
Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga, Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona, dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-45 YDBA di Jakarta, Jumat (9/5), mengatakan program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas lembaga inkubator dalam membina UMKM dan wirausaha inovatif di berbagai daerah.
Ia meyakini dengan pengalaman panjang, YDBA dapat menjadi mitra strategis untuk meningkatkan kualitas pendamping di lembaga inkubator, sehingga mampu mencetak wirausaha unggul di seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
"Diharapkan para pendamping yang dilatih dapat menerapkan pendekatan dan metode pembinaan khas YDBA, yang selama 45 tahun telah terbukti berhasil membina 13.663 UMKM dan menciptakan 384 UMKM mandiri," kata Sudaryano Lamangkona.
Adapun sebagai pilot project, Kementerian UMKM dan YDBA memilih 3 lembaga inkubator, yakni Link Productive asal Cilegon Banten, Cubic Inkubator Bisnis asal Kota Bandung dan Bumi Kreatif Institute asal Sukabumi.
Menurut Sudaryano, langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Dalam dokumen RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan menjadi 3,6 persen serta proporsi usaha kecil dan menengah mencapai 3,30 persen.
Namun demikian untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan terobosan baru. Salah satunya melalui penguatan peran lembaga inkubator sebagai jembatan antara UMKM dengan dunia riset, teknologi, dan industri.
Saat ini, terdapat 683 lembaga inkubator yang terdaftar melalui platform SIPENSI, namun kualitas pembinaannya masih belum merata.
“Untuk itu melalui ToT ini, kami berharap tercipta sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pembina lainnya, dalam menciptakan wirausaha yang tidak hanya bertumbuh, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ucap Sudaryano.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pembina YDBA sekaligus Direktur PT Astra Internasional Gita Tiffany Boer mengatakan, pihaknya terus mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan dan kemajuan UMKM Indonesia.
"Kami memiliki misi, visi, dan tujuan yang seiring dengan pemerintah yakni memandirikan UMKM. Kolaborasi dengan Kementerian UMKM diharapkan mampu menjadi salah satu pendukung keberlanjutan UMKM Indonesia," kata Gita Tiffany Boer.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)
.jpg)












