- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor

Keterangan Gambar : Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa penguatan pasar domestik harus menjadi fondasi utama bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas bisnis ke pasar global.
Menurut Maman, ekspor memang menjadi peluang besar untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas jangkauan produk Indonesia. Namun, ambisi menembus pasar internasional harus dibarengi dengan fundamental bisnis yang kuat agar ekspor tidak hanya berlangsung sesaat.
Baca Lainnya :
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas
- KDMP Desa Tambakrejo Beroperasi Semakin Memperkokoh Kemandirian Perekonomian Desa.
Hal itu disampaikan Maman dalam kegiatan Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
“Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100 persen kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut,” ujar Maman.
Ia menjelaskan, pasar domestik bukan sekadar tempat menjual produk, melainkan menjadi arena penting bagi pelaku UMKM untuk menguji kualitas dan konsistensi produk.
Selain itu, pasar dalam negeri dapat menjadi sarana bagi pengusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki tata kelola bisnis, sekaligus memahami kebutuhan konsumen sebelum menghadapi persaingan di pasar internasional.
“Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik,” katanya.
Pasar Domestik Jadi Benteng UMKM
Maman menegaskan penguatan pasar domestik dan ekspansi ekspor bukanlah dua agenda yang harus dipertentangkan. Keduanya justru perlu berjalan secara beriringan.
Dengan penguasaan pasar dalam negeri yang kuat, UMKM dinilai memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk meningkatkan skala produksi dan memenuhi permintaan pasar internasional.
“Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar,” tegasnya.
Selain pasar, Maman juga menyoroti pentingnya penguatan manajemen keuangan sebagai bagian dari fundamental usaha.
Menurutnya, akses pembiayaan maupun peningkatan kapasitas produksi tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak diikuti kemampuan mengelola keuangan secara disiplin.
Karena itu, pertumbuhan UMKM harus dibangun secara sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar peningkatan omzet dalam jangka pendek.
SAPA UMKM Perluas Akses Layanan
Untuk membantu pengusaha meningkatkan kapasitas dan skala bisnis, Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM, sebuah sistem layanan terintegrasi yang dirancang untuk mendekatkan berbagai fasilitas pengembangan usaha kepada pelaku UMKM.
Melalui SAPA UMKM, pengusaha dapat memperoleh akses terhadap sejumlah layanan, antara lain verifikasi usaha, legalitas dan sertifikasi, pembiayaan, peningkatan kapasitas, pembukuan digital hingga pemasaran.
Maman mengatakan kehadiran sistem tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah agar pelaku UMKM di berbagai daerah tidak harus datang ke Jakarta untuk mendapatkan layanan pemerintah.
“SAPA UMKM kami hadirkan supaya pengusaha UMKM di seluruh Indonesia tidak harus datang ke Jakarta untuk mendapatkan akses layanan pemerintah. Pemerintah harus hadir dalam setiap proses tumbuh dan berkembangnya usaha mereka,” ujarnya.
267 UMKM Teridentifikasi Siap Ekspor
Sejalan dengan upaya memperluas akses pasar, Kementerian UMKM juga memperkuat peran SMESCO sebagai lembaga layanan pemasaran UMKM.
Direktur Utama SMESCO Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan pihaknya kini memiliki sekitar 100 ribu data UMKM yang terus dipetakan berdasarkan tingkat kesiapan dan potensi pengembangannya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 UMKM telah teridentifikasi siap memasuki pasar ekspor.
“Dari sekitar 100 ribu data UMKM yang ada di SMESCO, saat ini sudah terpetakan 267 UMKM yang siap ekspor. Melalui kegiatan seperti Kopdar Ekspor ini, kami berharap jumlah tersebut terus bertambah, baik dari sisi jumlah maupun variasi produk,” ujar Doddy.
SMESCO juga melakukan pendekatan langsung kepada pelaku UMKM untuk mengetahui kebutuhan sekaligus potensi pengembangan bisnis mereka.
Hingga saat ini, sebanyak 1.083 UMKM telah dihubungi secara langsung, dengan 551 UMKM di antaranya teridentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk memperoleh fasilitasi menuju pasar ekspor.
Menurut Doddy, tantangan UMKM untuk menembus pasar global masih cukup beragam, terutama menyangkut pemasaran, pembiayaan dan perizinan.
Karena itu, kesiapan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan produk yang berkualitas. Fundamental bisnis, legalitas, kemampuan pembiayaan, kapasitas produksi hingga strategi pemasaran juga harus dipersiapkan secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan,” katanya.
Penguatan pasar domestik sekaligus pembukaan akses ekspor tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak UMKM Indonesia naik kelas, memperbesar kapasitas produksi, serta menjadikan produk lokal semakin kompetitif di pasar internasional.(AS/MP).







.jpg)








