Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor

By Achmad Sholeh(Alek) 01 Sep 2026, 19:55:16 WIB UMKM
Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor

Keterangan Gambar : Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa (1/9/2026).


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa penguatan pasar domestik harus menjadi fondasi utama bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas bisnis ke pasar global.


Menurut Maman, ekspor memang menjadi peluang besar untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas jangkauan produk Indonesia. Namun, ambisi menembus pasar internasional harus dibarengi dengan fundamental bisnis yang kuat agar ekspor tidak hanya berlangsung sesaat.

Baca Lainnya :


Hal itu disampaikan Maman dalam kegiatan Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa (1/9/2026).


“Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100 persen kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut,” ujar Maman.


Ia menjelaskan, pasar domestik bukan sekadar tempat menjual produk, melainkan menjadi arena penting bagi pelaku UMKM untuk menguji kualitas dan konsistensi produk.


Selain itu, pasar dalam negeri dapat menjadi sarana bagi pengusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki tata kelola bisnis, sekaligus memahami kebutuhan konsumen sebelum menghadapi persaingan di pasar internasional.


“Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik,” katanya.


Pasar Domestik Jadi Benteng UMKM


Maman menegaskan penguatan pasar domestik dan ekspansi ekspor bukanlah dua agenda yang harus dipertentangkan. Keduanya justru perlu berjalan secara beriringan.


Dengan penguasaan pasar dalam negeri yang kuat, UMKM dinilai memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk meningkatkan skala produksi dan memenuhi permintaan pasar internasional.


“Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar,” tegasnya.


Selain pasar, Maman juga menyoroti pentingnya penguatan manajemen keuangan sebagai bagian dari fundamental usaha.


Menurutnya, akses pembiayaan maupun peningkatan kapasitas produksi tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak diikuti kemampuan mengelola keuangan secara disiplin.


Karena itu, pertumbuhan UMKM harus dibangun secara sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar peningkatan omzet dalam jangka pendek.


SAPA UMKM Perluas Akses Layanan


Untuk membantu pengusaha meningkatkan kapasitas dan skala bisnis, Kementerian UMKM menghadirkan SAPA UMKM, sebuah sistem layanan terintegrasi yang dirancang untuk mendekatkan berbagai fasilitas pengembangan usaha kepada pelaku UMKM.


Melalui SAPA UMKM, pengusaha dapat memperoleh akses terhadap sejumlah layanan, antara lain verifikasi usaha, legalitas dan sertifikasi, pembiayaan, peningkatan kapasitas, pembukuan digital hingga pemasaran.


Maman mengatakan kehadiran sistem tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah agar pelaku UMKM di berbagai daerah tidak harus datang ke Jakarta untuk mendapatkan layanan pemerintah.


“SAPA UMKM kami hadirkan supaya pengusaha UMKM di seluruh Indonesia tidak harus datang ke Jakarta untuk mendapatkan akses layanan pemerintah. Pemerintah harus hadir dalam setiap proses tumbuh dan berkembangnya usaha mereka,” ujarnya.


267 UMKM Teridentifikasi Siap Ekspor


Sejalan dengan upaya memperluas akses pasar, Kementerian UMKM juga memperkuat peran SMESCO sebagai lembaga layanan pemasaran UMKM.


Direktur Utama SMESCO Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan pihaknya kini memiliki sekitar 100 ribu data UMKM yang terus dipetakan berdasarkan tingkat kesiapan dan potensi pengembangannya.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 267 UMKM telah teridentifikasi siap memasuki pasar ekspor.


“Dari sekitar 100 ribu data UMKM yang ada di SMESCO, saat ini sudah terpetakan 267 UMKM yang siap ekspor. Melalui kegiatan seperti Kopdar Ekspor ini, kami berharap jumlah tersebut terus bertambah, baik dari sisi jumlah maupun variasi produk,” ujar Doddy.


SMESCO juga melakukan pendekatan langsung kepada pelaku UMKM untuk mengetahui kebutuhan sekaligus potensi pengembangan bisnis mereka.


Hingga saat ini, sebanyak 1.083 UMKM telah dihubungi secara langsung, dengan 551 UMKM di antaranya teridentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk memperoleh fasilitasi menuju pasar ekspor.


Menurut Doddy, tantangan UMKM untuk menembus pasar global masih cukup beragam, terutama menyangkut pemasaran, pembiayaan dan perizinan.


Karena itu, kesiapan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan produk yang berkualitas. Fundamental bisnis, legalitas, kemampuan pembiayaan, kapasitas produksi hingga strategi pemasaran juga harus dipersiapkan secara menyeluruh.


“Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan,” katanya.


Penguatan pasar domestik sekaligus pembukaan akses ekspor tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak UMKM Indonesia naik kelas, memperbesar kapasitas produksi, serta menjadikan produk lokal semakin kompetitif di pasar internasional.(AS/MP).




  • Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor

    🕔19:55:16, 01 Sep 2026
  • Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia

    🕔11:20:53, 30 Agu 2026
  • Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas

    🕔22:04:58, 29 Agu 2026
  • Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028

    🕔12:27:26, 27 Agu 2026
  • Banpres Rp1,2 Triliun untuk UMKM Terdampak Bencana Sumatera Disalurkan Bertahap

    🕔23:01:49, 27 Agu 2026