- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia

Keterangan Gambar : 181 Meter Bendera Merah Putih Dibentangkan di Temajuk, Kalbar.(Foto: M.A).
MEGAPOLITANPOS.COM, Temajuk, Kalimantan Barat — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah sekaligus Tenaga Ahli Kementerian UMKM Ajie Kurniawan melaksanakan Ekspedisi Batas Negeri di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (29/08/26)
Kegiatan ini diisi dengan berbagai agenda sosial dan kebangsaan, mulai dari cek kesehatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, hingga pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter.
Pembentangan bendera sepanjang 181 meter tersebut menjadi simbol semangat kemerdekaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa semangat merah putih harus hadir hingga ke wilayah terdepan Indonesia.
Baca Lainnya :
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
“Kalau biasanya Temajuk disebut sebagai ekornya Kalimantan, saya justru menyebut Temajuk sebagai muka Indonesia. Karena dari sinilah wajah Indonesia terlihat di hadapan negara tetangga. Ini adalah bagian dari Indonesia yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita banggakan,” ujar Ajie dalam keterangan persnya, Minggu (30/8).

Selain kegiatan sosial, Ekspedisi Batas Negeri juga menjadi momentum untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sosialisasi legalitas UMKM. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu fondasi agar UMKM dapat berkembang, memperoleh akses pembiayaan, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing.
“UMKM di wilayah perbatasan tidak boleh merasa jauh dari perhatian pemerintah. Justru UMKM di daerah seperti Temajuk memiliki potensi besar karena berada di wilayah wisata, strategis dan berbatasan langsung dengan negara lain. Legalitas usaha menjadi langkah awal agar potensi tersebut bisa berkembang lebih besar,” kata Ajie.
Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan
Rangkaian Ekspedisi Batas Negeri sebelumnya juga diawali dengan kegiatan simbolis pelepasan anak penyu atau tukik di kawasan Tanjung Api, Desa Temajuk, Kalimantan Barat.
Pelepasan tukik menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Keberadaan penyu merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir dan laut yang harus dijaga bersama.
“Pelepasan tukik ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Ini adalah pesan bahwa menjaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayahnya, tetapi juga menjaga laut, pantai, hutan, dan seluruh ekosistem yang ada di dalamnya. Kalau alam kita jaga, maka generasi berikutnya akan mendapatkan Indonesia yang lebih baik,” ujar Ajie
Melalui Ekspedisi Batas Negeri, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kepedulian sosial, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan.
Temajuk menjadi gambaran bahwa semangat Indonesia hadir hingga ke wilayah perbatasan. Di tempat yang secara geografis berada di ujung negeri, Merah Putih tetap berkibar dengan penuh kebanggaan.
“Dari Temajuk kita ingin menyampaikan pesan sederhana: Indonesia tidak pernah berada di ujung. Indonesia justru berdiri tegak di garis terdepan", tutupnya.(AS/MP).







.jpg)








