- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Kejari Kab Tangerang Gelar Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum dan Narkoba

Keterangan Gambar : Pemusnahan dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri Jalan M. Atiek Soeardi No. 1 Komplek Pemda
MEGAPOLITANPOS.COM Kabupaten Tangerang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang melakukan kegiatan pemusnahan Barang Bukti (BB) Rampasan Negara yang sudah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri Jalan M. Atiek Soeardi No. 1 Komplek Pemda Dipimpin oleh Dr. Ferry Herlius, SH, MHum Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.
Hadir dalam pemusnahan Kapolresta Tangerang Kombespol DR.SIGIT DANY SETIYONO, S.H., S.I.K., M.Sc.Eng, Dandim 0510/Tigaraksa Letkol Arh Syarief SB, S.H, M.I.P serta PJ Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono.
Dr. Ferry Herlius, SH, MHum Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang mengatakan, kegiatan merupakan perwujudan pelaksanaan kewenangan Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
“Ini Sebagaimana diatur dalam Pasal 270 KUHAP dan Pasal 30 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau barang lainnya berdasarkan penetapan hakim atau putusan pengadilan yang menyatakan dirampas untuk negara. Putusan pengadilan yang menyatakan barang bukti dirampas untuk negara namun masih mempunyai nilai ekonomis akan di lelang dan hasilnya untuk Pendapatan Negara sedangkan Barang Bukti yang tidak mempunyai nilai ekonomis, illegal dan berbahaya akan dimusnahkan.
“Barang Rampasan Negara yang akan dimusnahkan berasal dari 93 (Sembilan Puluh Tiga) perkara, antara lain barang bukti yang berasal dari tindak pidana Umum yang telah diputus oleh Pengadilan dan telah mempunyai kekuatan hukum di wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang yang meliputi wilayah Administrasi Kabupaten Tangerang,” paparnya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan kejaksaan pada hari ini meliputi, Sabu sabu (Narkotika) 220,1001 Gram, Ganja : 3.3874 Gram, Timbangan : 7 buah, Alat Komunikasi (Hp) : 34 Unit, Senjata Tajam : 8 Buah, Obat-obatan, Jenis Tramadol : 4.133 Butir, Jenis Hexymer : 3.271 Butir, Sepeda Motor (hangus) : 1 Unit, Bong, Pakaian, Kunci Leter T, Dokumen dan Lain Lain : 238 Item, Tembakau Sintetis : 9,3511 Gram dan Tembakau Gorila : 0.9511 Gram.
Tujuan pemusnahan barang rampasan negara ini adalah agar Barang Rampasan Negara tidak hilang dari tempat penyimpanan atau tidak dimanfaatkan oleh Oknum-Oknum yang tidak bertanggungjawab, Selain itu, acara pemusnahan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana informasi bagi kita semua sehingga tidak ada persepsi dari masyarakat akan dikemanakan barang bukti tersebut setelah proses penangangan perkara selesai.
“Komitmen untuk mewujudkan penegakan hukum juga jangan menimbulkan persepsi tentang penyalahgunaan barang bukti dan semoga masyarakat kita sadar hukum kemudian tidak melanggar hukum, khususnya Masyarakat di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.” Tutupnya. ** (Nan)

















