- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Kasus Bullying di SD Islam Al Barkah, Siswa Kelas 4 Terancam Putus Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Kasus perundungan alias bullying di duga terjadi di SD Islam Al-Barkah yang beralamat di Jalan Jambu 1 RT 02/06 Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang Kota Tangerang yang menimpah siswa berinisial RH merupakan korban yang masih duduk di bangku kelas 4 terancam putus sekolah. Pasalnya RH tidak mau lagi masuk kelas.
RH merupakan anak yatim piatu tersebut tinggal bersama Dicky yang merupakan adik dari orang tua RH yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Dicky Wali murid RH, Sabtu (31/8/2024) mengatakan, RH sudah beberapa hari ini tidak mau masuk sekolah karena takut di bullying dan di pukuli sama teman - temanya. "Hampir setiap hari RH kalau pulang sekolah selalu menangis, pas di tanya di pukuli sama teman - temanya dan selalu di olok - olok," katanya.
Baca Lainnya :
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
Ia menambahkan, RH selalu di fitnah sama teman - temanya di tuduh merusak kendaraan roda dua milik dewan guru, padahal yang merusak dan menggembosi kendaraan tersebut teman - temanya sendiri. "Fitnah tersebut di tujukan dengan cara alat perusak berupa matril di taroh di atas meja RH, tak ayal lagi RH menjadi sasaran kemarahan dewan guru dan jadi olok - olokan teman - temanya," katanya.
Yang lebih aneh lagi kata Dicky pihak sekolah termasuk Kepala Yayasan Al - Barkah mengetahui atas perundungan terhadap RH, namun tidak mau menyelesaikan hal tersebut, terlihat ada pembiaran di sekolah bahkan cendrung mengintimidasi RH.
"Kepala Yayasan juga sepat mengancam terhadap RH, agar RH tidak menceritakan kepada Dicky sebagai wali murid. Jangan cerita - cerita sama orang tua kamu ya," tiru Dicky.
Ia juga menjelaskan, RH adalah anak yang aktif dan kreatif, sepulang sekolah ia berjualan kerupuk dengan cara berkeliling. "Kami sebagai wali murid pengganti kedua orang tuanya berencana akan memindahkan ke sekolah lain agar, RH bisa melanjutkan sekolah lagi," katanya.
Sementara, Kapal Yayasan Al-Barkah mengatakan, Muhammad Supandi mengakui pihaknya mengetahui perundingan (Bullying) tersebut.
"Kami pihak sekolah sudah memberikan imbauan kepada anak-anak didik yang terlibat bullying ataupun yang tidak melakukan bullying agar tidak melakukan lagi, namun kami belum melakukan pemanggilan kepada para wali murid yang terlibat bullying pada RH, untuk menyelesaikan persoalan ini," katanya. ** (Nan)











.jpg)




