- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
Jemaah Ahmadiyah Indonesia Pendonor Mata Terbesar di Indonesia

Keterangan Gambar : Eddi Brokoli diundang menjadi pembicara mengenai donor mata dalam acara yang diselenggarakan oleh JAI
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG - Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menjadi komunitas besar pendonor kornea mata di Indonesia, dengan program donor mata yang berkelanjutan. JAI telah menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai "Komunitas Pendonor Mata Terbanyak di Indonesia secara berkesinambungan". Mereka juga menginisiasi program donor mata di beberapa daerah, bahkan ada desa yang warganya menjadi pendonor terbanyak.
Eddi Brokoli seorang aktor, penyanyi dan presenter yang hadir dalam pertemuan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengatakan Pertemuan tahunan yang diadakan oleh JAI, adalah sebagai bentuk acara temu kangen dari anggota komunitas Ahmadiyah di seluruh Indonesia, yang diadakan di Kenanga Cipondoh Kota Tangerang, Minggu (2/11/25).
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi

"Dalam acara ini ada ceramah, talk show dan saya diberikan kesempatan untuk berbicara mengenai donor mata," ujarnya.
Eddi lebih lanjut mengatakan ia mengajak bagi yang belum mendaftar sebagai calon pendonor kornea mata, agar segera mendaftar. ia sendiri beserta keluarga adalah sebagai calon pendonor kornea mata.
"Konsep kegiatan ini adalah sangat baik, dan ada hal bermanfaat yang kita bisa lakukan, jika ada peluang kenapa kita tidak melakukannya?," paparnya.
Menurut Eddi yang menjadi kendala saat ini adalah adanya stigma donor mata itu menakutkan, masih banyak yang berpandangan tidak halal, tetepi MUI mengatakan donor mata boleh dilakukan.
"Ada pula yang mempunyai pandangan orang yang meninggal adalah dengan tubuh yang lengkap, dari pandangan muslim, sahabat Rosul ada yang dipenggal kepalanya tangannya, apa di akherat tubuh mereka menjadi tidak lengkap, tidak juga begitu kan?." Ucapnya.
Ia berharap mudah mudahan donor kornea mata ini bisa dilakukan di komunitas lain, prinsip sapu lidi, kalau digunakan satu batang lidi tidak akan maksimal, tetapi kalau 1 ikat hasilnya akan lebih baik.

Suherman Koordinator donor mata Ahmadiyah wilayah Tangerang Raya mengatakan calon pendonor mata Tangerang raya tersebar di Perigi, Pondok Aren, Serua, Pamulang, Panunggangan Timur, Panunggangan Barat, warung mangga, Gondrong, Kenanga, Peninggilan, Pagedangan dan Rajeg. Dengan calon pendonor mata sebanyak 3.298 orang.
"Yang terbanyak adalah sari Gondrong dan Peninggilan, masing masing jumlahnya seribuan orang," ujarnya.
Masih kata Suherman dari Ahmadiyah mempunyai tim yang terdiri dari satu orang petugas eksisi dan seorang driver. Jadi tim eksisi akan datang ke rumah yang meninggal untuk mengambil kornea matanya.
"Setelah mendapat restu dari anak anaknya yang meninggal, petugas eksisi akan mengambil kornea mata tersebut tidak lebih dari 1 jam, organ yang diambil tersebut setipis potongan daun bawang," ujarnya.
Ketua Komunitas Donor Mata (KDM) Indonesia Abdul Gani Setiawan mengatakan KDM lahir pada tahun 2015 sebagai wadah untuk mengkoordinir calon donor mata
"Agar jika calon donor mata meninggal bisa di eksekusi korneanya untuk diambil dan diserahkan ke RS Mata," ujarnya.
Masih katanya, KDM juga menyediakan Nakes atau tenaga kesehatan yang di training oleh Bank Mata, dan nantinya mendapat sertifikat sehingga petugas Nakes diizinkan untuk melakukan eksisi kepada donor mata yang meninggal.
"Jadi tim yang sudah di training oleh Bank Mata dan bersertifikat bisa melakukan eksisi sekalipun di pelosok, kalau menunggu dokter mata kan mereka sibuk di rumah sakit," ujarnya.

















