- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Jaga Keseimbangan Lingkungan, Pj Minta Masyarakat Sedekah Air dan Sampah Secara Masif

Keterangan Gambar : Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengajak masyarakat untuk melakukan sedekah air dan sedekah sampah
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengajak masyarakat untuk melakukan sedekah air dan sedekah sampah, sebagai upaya konservasi air untuk menangani banjir di Kota Tangerang.
Demikian disampaikan Dr. Nurdin, saat kegiatan Gerakan Sedekah Air dan Sampah, yang berlangsung di Gedung Perumahan Setneg, Pinang, Kota Tangerang. Rabu, (24/01/2024).
Dalam kesempatannya, Penjabat Wali Kota Tangerang, mengatakan, sedekah air dan sedekah sampah merupakan cara untuk menyimpan air di musim hujan, sehingga bisa digunakan saat musim kemarau.
Baca Lainnya :
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
"Kita sering mendengar, di musim kemarau ada yang mengeluh tidak mendapatkan air. Di musim hujan, banjir terus-menerus terjadi. Ini menjadi tantangan kita, bagaimana caranya agar air di musim hujan bisa kita simpan, dan bisa disedekahkan kepada makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tanaman," ujar Dr. Nurdin.
Gerakan ini, lanjut Dr. Nurdin, jika ingin mencapai hasil optimal tentunya harus dilakukan secara masif, sehingga dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat Kota Tangerang.
“Gerakan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja. Misalnya di halaman rumah, kita bisa membuat kolam resapan untuk menampung air hujan. Kita juga bisa membuat biopori untuk mengurangi air yang masuk ke saluran air,” ucapnya.
Dr. Nurdin, juga menyampaikan, dengan dilakukannya sedekah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan kekeringan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi yang dilakukan bersama-sama dengan pemerintah.

“Gerakan ini perlu kita lakukan secara bersama-sama dan masif. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi air, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan kekeringan, serta menjaga keseimbangan lingkungan," pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan ini, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyerahkan 13 Alat Biotor (untuk Membuat Biopori) dan Alat pemantau Udara Parameter (PM) 2.5 yang merupakan salah satu parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kepada 13 Kecamatan.
Benih/bibit tanaman sebanyak 25 Paket yang akan diserahkan kepada 9 Kampung Iklim dan 16 Bank Sampah yang ada di Kecamatan Pinang dan Cipondoh. Kemudian, tong komposter sebanyak 49 yang akan diserahkan kepada 13 Kecamatan, 11 Kelurahan, 9 Kampung Iklim dan 16 Bank sampah, dan 50 karung Bekasa Maggot (Kasgot) @25 Kg yang akan diberikan kepada kecamatan, perwakilan Proklim dan Bank sampah serta 11 kelurahan di Pinang. ** (Nan)











.jpg)




