- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
Industri Laundry Jadi Andalan Baru UMKM, Kementerian UMKM Siap Perkuat Daya Saing Nasional

Keterangan Gambar : Temmy saat membuka Festival Laundry & Exhibition 2025 di Jakarta, Senin (25/8).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Industri jasa laundry kian menunjukkan peran strategisnya dalam menopang perekonomian nasional. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan dukungan penuh bagi sektor ini agar mampu meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja, sekaligus menjadi bagian penting dalam ekosistem UMKM modern.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menuturkan bahwa industri laundry saat ini bukan lagi sekadar usaha sampingan, melainkan sektor jasa yang potensial dan berkontribusi signifikan bagi ekonomi rakyat.
“ASLI (Asosiasi Laundry Indonesia) kini memiliki 21 DPD aktif dengan lebih dari 1.800 anggota resmi. Industri laundry telah menyerap sekitar 34 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal,” ujar Temmy saat membuka Festival Laundry & Exhibition 2025 di Jakarta, Senin (25/8).
Baca Lainnya :
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
Temmy menambahkan, pertumbuhan sektor ini terus meningkat, terlihat dari kenaikan jumlah anggota yang mencapai rata-rata 20 persen setiap tahun. Hal ini mencerminkan daya tarik dan prospek cerah usaha laundry sebagai sektor jasa modern yang semakin diminati.
Meski demikian, Temmy mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang dihadapi para pelaku usaha, mulai dari standardisasi layanan dan kompetensi, pengelolaan limbah ramah lingkungan, hingga akses pembiayaan dan digitalisasi.
Untuk itu, Kementerian UMKM berkomitmen mendukung penuh pengusaha laundry melalui berbagai program, di antaranya:
Akses pembiayaan KUR tanpa agunan bagi pelaku usaha laundry,
Unit Pengolahan Limbah Bersama untuk menciptakan usaha ramah lingkungan,
serta digitalisasi layanan laundry yang terintegrasi ke dalam ekosistem digital UMKM nasional.
“Melalui inisiatif seperti Sekolah Bisnis Laundry (SBL), kami melihat semangat besar untuk menjadikan laundry lebih profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global,” tegas Temmy.
Ia menekankan, pemerintah akan terus menghadirkan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi UMKM, termasuk sektor laundry, sejalan dengan semangat UU Cipta Kerja dan regulasi terkait UMKM lainnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


1.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)





