- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Gendro Wulandari, Akhirnya Berhasil Luluhkan Bupati Blitar Ditemui di Pendopo RHN

Keterangan Gambar : Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar,- Ibarat bagai menetesnya air di batu cadas, ahirnya perjuangan aktifis perempuan Gendro Wulandari, akhirnya Kamis (22/12/22) Bupati Blitar berkenan memenuhi harapan perwakilan masyarakat Perkebunan Karangnongko desa Modangan Kecamatan Nglegok.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, pertemuan antara Gendro Wulandari yang didampingi ayahnya ini berlangsung siang itu, sayangnya tidak ada satupun awak media yang meliput moment penting, pertemuan antara pejabat dengan masyarakat, Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
Melansir Cakrawala.co Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setyo Budi menyebutkan, bahwa pertemuan antara Bupati Blitar Rini Syarifah dan Gendro Wulandari masih terbatas untuk kalangan media dan belum bisa dikonsumsi publik. Rustin enggan berkomentar alasan pertemuan itu tertutup. "No comment mas," kata Rustin singkat.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Sedang diberitakan sevelumnya, persoalan Gendro Wulandari melakukan aksi tidur di aloon - aloon Pemkab Blitar depan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro sejak Senin (19/12) hingga Bupati Blitar berkenan menemui sebatas persoalan tanah redis dan tidak ada kepentingan lain dluar itu termasuk kepentingan politik.
Menurut Gendro apa yang terjadi atas redis itu, Bupati Blitar sebagai orang yang dianggap bertanggungjawab atas persoalan redistribusi (redis) tanah di Karangnongko yang carut marut.
"Saya tidak akan meninggalkan tiang bendera ini sampai Bupati Blitar mau menemui saya di sini. Saya meminta bupati bertanggungjawab atas redis di Karangnongko," ujarnya kala itu kepada sejumlah awak media.
Masih ungkap Gendro masalah redis tanah perkebuna di Karangnongko adalah contoh redis tanah yang carut-marut tidak karuan dan mengadu domba warga satu kampung.
"Bupati Blitar harus tahu bahwa redis di Karangnongko Modangan Blitar carut-marut sehingga masalah tersebut harus menjadi bahan evaluasi," ujar dia.
“Selama kasus Karangnongko mencuat, belum satu kali pun saya ditemui oleh ibu bupati. Belum pernah,” lanjutnya.
Dengan pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, sangat diharapkan oleh Gendro Wulandari yang lainnya yang memiliki hak yang sama sebagai masyarakat, kedepan Pucuk pemangku kebijakan akan lebih arif dan bijakasana, untuk mewujudkan sistem Pemerintahan di Kabupaten Blitar yang Baldatun Toyibatun Warobun Qofur,(za/mp)
















