- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
Gendro Wulandari, Akhirnya Berhasil Luluhkan Bupati Blitar Ditemui di Pendopo RHN

Keterangan Gambar : Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar,- Ibarat bagai menetesnya air di batu cadas, ahirnya perjuangan aktifis perempuan Gendro Wulandari, akhirnya Kamis (22/12/22) Bupati Blitar berkenan memenuhi harapan perwakilan masyarakat Perkebunan Karangnongko desa Modangan Kecamatan Nglegok.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, pertemuan antara Gendro Wulandari yang didampingi ayahnya ini berlangsung siang itu, sayangnya tidak ada satupun awak media yang meliput moment penting, pertemuan antara pejabat dengan masyarakat, Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
Melansir Cakrawala.co Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setyo Budi menyebutkan, bahwa pertemuan antara Bupati Blitar Rini Syarifah dan Gendro Wulandari masih terbatas untuk kalangan media dan belum bisa dikonsumsi publik. Rustin enggan berkomentar alasan pertemuan itu tertutup. "No comment mas," kata Rustin singkat.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
Sedang diberitakan sevelumnya, persoalan Gendro Wulandari melakukan aksi tidur di aloon - aloon Pemkab Blitar depan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro sejak Senin (19/12) hingga Bupati Blitar berkenan menemui sebatas persoalan tanah redis dan tidak ada kepentingan lain dluar itu termasuk kepentingan politik.
Menurut Gendro apa yang terjadi atas redis itu, Bupati Blitar sebagai orang yang dianggap bertanggungjawab atas persoalan redistribusi (redis) tanah di Karangnongko yang carut marut.
"Saya tidak akan meninggalkan tiang bendera ini sampai Bupati Blitar mau menemui saya di sini. Saya meminta bupati bertanggungjawab atas redis di Karangnongko," ujarnya kala itu kepada sejumlah awak media.
Masih ungkap Gendro masalah redis tanah perkebuna di Karangnongko adalah contoh redis tanah yang carut-marut tidak karuan dan mengadu domba warga satu kampung.
"Bupati Blitar harus tahu bahwa redis di Karangnongko Modangan Blitar carut-marut sehingga masalah tersebut harus menjadi bahan evaluasi," ujar dia.
“Selama kasus Karangnongko mencuat, belum satu kali pun saya ditemui oleh ibu bupati. Belum pernah,” lanjutnya.
Dengan pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, sangat diharapkan oleh Gendro Wulandari yang lainnya yang memiliki hak yang sama sebagai masyarakat, kedepan Pucuk pemangku kebijakan akan lebih arif dan bijakasana, untuk mewujudkan sistem Pemerintahan di Kabupaten Blitar yang Baldatun Toyibatun Warobun Qofur,(za/mp)

.jpg)


.jpg)


.jpg)








