- Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi
- Bukti Pelayanan Publik yang Bersih dan Akuntabel, Kantah Kota Denpasar Raih Predikat WBBM
- Menteri Nusron Tawarkan Skema HGB di Atas HPL Pemprov DKI Jakarta untuk Amakan Aset Pemerintah dan Lindungi Masyarakat
- Menteri Nusron Ungkap Kontribusi ATR/BPN terhadap Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp3,9 Triliun di 2025
- Wamen Ossy Dukung GALANG RTHB sebagai Langkah Strategis Pembangunan Berkelanjutan
- Serahkan 3.922 Sertipikat Aset Pemprov DKI Jakarta, Menteri Nusron: Selamatkan Aset Negara Senilai Rp102 Triliun
- Pemkab Barito Utara Atur Jam Kerja Selama Puasa, Pelayanan Tetap GASPOL
- Mudik Aman Berbagi Harapan, BUMN Fasilitasi Transportasi Gratis Lebaran 2026
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
- Cepat Layani Aduan Masyarakat, Karo Humas dan Protokol ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis
Gelar Aksi Damai, Forwat Kritisi Kerja Kesbangpol Kota Tangerang

Keterangan Gambar : Forum Wartawan Tangerang ( FORWAT)
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Forum Wartawan Tangerang ( FORWAT) menilai sistem penyelenggara informasi media pada Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang bobrok.
Hal itu disampaikan Ketua Forwat, Andi Lala saat menggelar aksi damai di Kantor Kesbangpol Kota Tangerang. Selasa, (31/10/2023).

Baca Lainnya :
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
Menurut Andii Lala, Kesbangpol adalah sarana penyambung silaturahmi antar lembaga masyarakat, tidak terkecuali lembaga wartawan yang ada di Kota Tangerang.
Namun pada prakteknya Instistusi itu justru tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Terlebih wartawan adalah pilar ke empat demokrasi.

Menjelang tahun politik 2024, jelas pria yang kerap disapa Lala, peran media sangatlah penting dalam menangkal informasi hoax guna menjaga kondusifitas wilayah.
Namun sebaliknya komunikasi dan informasi yang dibangun Kesbangpol kepada lembaga media sangatlah buruk.
"Kami memberi kritikan kepada Kepala Kesbangpol bahwa peran media sangatlah penting untuk menjaga kondusifitas di wilayah. Keterlibatan media juga harus jelas sesuai tugas dan fungsinya. Bukan hanya sebagai komoditi penunjang kegiatan di Kesbangpol saja. Tapi harus punya peran. Berikan ruang dan tempat sesuai porsinya," papar Lala.

Lala juga menyampaikan bahwa aspirasinya kali ini sebagai bentuk masukan dan kritikan agar kegiatan Kesbangpol kedepan bisa berjalan lebih baik lagi, sehingga tepat sasaran.
" Ini kan program pemerintah, pakai uang negara. Ya, harus tepat sasaran, kalau ingin melibatkan lembaga wartawan ya harus jelas, jangan dicampur adukan atau cuma sebagai pelengkap. Kita ingin program Kesbangpol lebih transparan,. Jangan sampai ada dugaan nepotisme dan penyalahgunaan wewenang jabatan," ujarnya.
Usai orasi, perwakilan puluhan wartawan yang tergabung di Forwat kemudian diterima Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang, Teguh Supriyanto dan Kepala Bidang, Politik Dalam Negeri (Poldagri), Saiful Ulum.

Dalam kesempatan itu, Teguh memohon maaf atas pelaksaan program kegiatan Kesbangpol yang dianggap kurang tepat sasaran. Dia juga berterimakasih atas kritikan dan masukan dari Forwat, dan berjanji akan memperbaiki dan mengevaluasi kegiatan Kesbangpol, terutama keterlibatan media kedepan.
"Ya, kami minta maaf dan berterimakasih atas kritikan dan masukannya. Kami juga sepakat, dan kedepan akan kami agendakan kegiatan yang lebih baik lagi," pungkas, teguh. (frwt)

















