Breaking News
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
Fadhlin Akbar: Kota Tangerang Potensi Investasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah menyusun program utama sebagai Kota Layak Investasi (Investable City). Diharapkan program itu bisa menarik lebih banyak investor datang ke Kota Tangerang. Menurut salahsatu Pengusaha Muda Kota Tangerang, Fadhlin Akbar program Kota Layak Investasi itu juga harus diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya kata dia, saat ini masih banyak pelaku usaha di Kota Tangerang yang masih berkantor di Jakarta. " Ya head officenya masih banyak yang di Jakarta. PAD nya masuk kesana," kata Pria yang hobi memelihara Ikan Arwana, Selasa (14/12). Meski di masa Pandemi Covid-19 ini, kata Fadhlin, Kota Tangerang masih menjadi kota tujuan para investor untuk berinvestasi. Potensi investasi itu diantaranya adalah sektor jasa, kuliner dan perdagangan. Daya beli masyarakat Kota Tangerang juga sangat tinggi. Maka menurut Fadhlin, untuk menarik para investor itu, perlunya kemudahan pelayanan dari Pemerintah Daerah yang diberikan kepada pengusaha dalam mengembangkan usahanya. " Ya berikan kemudahan kepada pengusaha untuk berinvestasi. Birokrasinya jangan dipersulit. Sebenarnya daya beli masyarakat Kota Tangerang sangat tinggi, ya tinggal bagaimana kita memanfaatkannya," kata pengusaha Rumah Makan Jaga Rawa itu. Selain itu, sambung Fadhlin penggelolaan tata kota juga mesti terencana dengan baik, sehingga bisa menjadi kawasan bisnis terpadu. Seperti halnya di kota kota lain. Kota Tangerang kata Fadhlin, lebih identik dengan Lembaga Pemasyarakatan (LP). Sementara kawasan bisnis belum tertata dengan baik. " Seperti di SCBD Jakarta," pungkas putra Gubernur Banten, Wahidin Halim itu. Diketahui melalui program Kota Layak Investasi itu, Pemkot Tangerang melakukan terobosan dengan cara memangkas jalur investasi melalui sistem online maupun membuat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang mengintegrasikan 10 dinas dalam satu lokasi serta pelayanan di Sabtu dan Minggu. Berdasar data terakhir atau pada 2017 lalu realisasi investasi di Kota Tangerang mencapai Rp5,5 triliun. Lima sektor besar penyumbang investasi di Kota Tangerang adalah sektor perdagangan dan reparasi, sektor logam mesin dan elektronik, sektor makanan, sektor kimia, dan sektor tekstil. “Terobosan itu membuat investasi di Kota Tangerang meningkat setiap tahun yang juga mendorong peningkatan pendapatan asli daerah,” ungkap Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah beberapa waktu lalu.(*)


.jpg)














