- Aksi Kemanusiaan HUT ke-7 Kogabwilhan II: Sinergi Tanpa Batas TNI, Polri, SAR, dan Mahasiswa di Balikpapan.
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
DPR RI Dukung Program Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Keterangan Gambar : Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta
Megapolitanpos.com, Jakarta- Ada hal yang tidak biasa terlihat pada acara rutin Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dengan kehadiran Komisi III DPR RI yang digelar sejak tanggal 11-12 Januari 2023.
"Giat JMS kali ini sangat luar biasa, dengan ikut nimbrungnya Komisi III DPR RI, itu memperlihatkan bahwa DPR RI mendukung program JMS Kejaksaan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. reda Manthovani saat memberikan keterangannya pada media disela sela acara Jaksa Masuk Sekolah di SMK 26 Jakarta, Kamis (12/01/2023) siang.

Baca Lainnya :
Menurut Kajati Reda, dengan hadirnya anggota komisi III DPR RI Dr. Habiburrahman serta H. Santoso dikegiatan ini akan menambah semangat dalam melakukan sosialisasi penyuluhan dan penerangan hukum bagi remaja penerus masa depan bangsa.
Anggota Komisi III DPR RI Habiburrahman menyambut positif program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan dan kedepan agar bisa terus dipertahankan dan dikembangkan kegiatannya supaya juga bisa dilakukan seluruh sekolah yang ada di Indonesia.
“Sejatinya sosmed ibarat pisau bermata dua, disatu sisi amatlah bermanfaat namun pada sisi lain dapat menjadi sumber malapetaka. Ironisnya, dapat menjadi sumber malapetaka bagi sebagian orang yang menyalahgunakannya. Maka berhati-hatilah menggunakan medsos,” ujar Habiburrahman.
Dia menambahkan, tahun 2024 akan dilaksanakan agenda pemilihan umum. Untuk itu, dia menegaskan agar semua pihak tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks di media sosial demi menghindari permasalahan hukum dikemudian hari.
Pada hari pertama, kegiatan JMS diselenggarakan di SMA Negeri 112 Jakarta yang diikuti 200 siswa dari perwakilan 20 Sekolah SMA dan SMK Negeri maupun Swasta di wilayah Jakarta Barat dan hari kedua, acara juga dilaksanakan di SMK Negeri 26 Jakarta yang melibatkan 200 siswa dari perwakilan berbagai sekolah menengah atas dengan tema Menyongsong Masa Depan Dengan Mengenal Hukum.
"Tanggungjawab memberikan pendidikan hukum bukan hanya kewajiban kejaksaan saja, tetapi semua pihak harus ikut terlibat," pungkas Habiburrahman.(ASl/Red/Mp).

.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)


1.jpg)
.jpg)




