- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Ditemukan 2 Kasus PMK di Kabupaten Blitar, Masyarakat Diminta Waspada

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dengan diketemukannya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar minta agar pemilik hewan ternak di Kabupaten Blitar harus waspada. Pasalnya, di awal tahun 2024 Dinas Peternakan dan Perikanan menemukan 2 kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi.
Seperti dikemukakan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ( Kabid Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin kepada wartawan, hingga akhir Februari 2024 telah ditemukan 2 kasus positif PMK.
“terdata ada 2 ekor sapi potong di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok yang positif PMK,” ujar Nanang, Kamis, (29/2/2024).
Baca Lainnya :
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
Lebih lanjut Nanang menjelaskan 2 ekor sapi potong yang positif PMK tersebut, mengalami beberapa gejala klinis diantaranya suhu tubuh tinggi (lebih dr 39 derajat). “Tidak mau makan, luka/melepuh pada area mulut dan kaki, hipersalivasi (mengeluarkan air liur terus menerus) dan agak berbusa. Serta ternak terlihat sering baring,” jelasnya.
Mengenai kondisi 2 ekor ternak sapi yang positif PMK tersebut, diungkapkan sudah tertangani oleh petugas dan kondisi sudah sehat. “Dengan melakukan terapi pengobatan dan karantina di kandangnya, disarankan untuk tidak memasukkan atau mengeluarkan ternak dulu,” ungkap Nanang.
Sedangkan penyebab 2 ekor sapi tersebut terjangkit PMK, menurut Nanang akibat virus. Padahal lokasi ditemukannya kasus PMK pertama di Kabupaten Blitar itu sudah divaksin. Namun dari 2 ekor ternak sapi tersebut, 1 ekor belum pernah divaksin karena pemiliknya menolak. “Kemudian yang kedua, baru beli dari pedagang di pasar dan masih ditelusuri dari daerah mana,” bebernya.

Oleh karena itu untuk antisipasi dan pengendalian PMK di Kabupaten Blitar, pihak Disnakkan sejak Januari 2024 sudah mengoptimalkan vaksinasinya dengan menerjunkan 10 tim vaksinasi di seluruh wilayah. “Kemudian menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk peningkatan kewaspadaan PMK, jika ada kasus segera melaporkan ke call center KAWAN KECE agar segera ditangani serta pengaktifan lagi 12 Posko PMK,” tandas Nanang.
Ditambahkan Nanang jika vaksinasi PMK di wilayah Kabupaten Blitar dari total 248 desa/kelurahan, hanya 2 desa yang belum yakni Desa Salam dan Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.
Dimana sesuai data per 27 Februari 2024, total ternak sapi, kambing, domba, kerbau dan babi yang sudah di vaksin ke 1 (V1) sebanyak 41.769 ekor. Kemudian Revaksin (V2) 27.614 ekor, lalu Booster 8.854 ekor sehingga total 78.273 ekor ternak yang sudah divaksin pungkasnya. (za/mp)









.jpg)





