- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Banjir Produk Gratis, dari Makanan hingga Perawatan Tubuh
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
Ditemukan 2 Kasus PMK di Kabupaten Blitar, Masyarakat Diminta Waspada

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dengan diketemukannya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar minta agar pemilik hewan ternak di Kabupaten Blitar harus waspada. Pasalnya, di awal tahun 2024 Dinas Peternakan dan Perikanan menemukan 2 kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi.
Seperti dikemukakan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ( Kabid Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Nanang Miftahudin kepada wartawan, hingga akhir Februari 2024 telah ditemukan 2 kasus positif PMK.
“terdata ada 2 ekor sapi potong di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok yang positif PMK,” ujar Nanang, Kamis, (29/2/2024).
Baca Lainnya :
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
- Polres Majalengka Sikat Jambret, Tangkap Pelaku Hitungan Jam
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
Lebih lanjut Nanang menjelaskan 2 ekor sapi potong yang positif PMK tersebut, mengalami beberapa gejala klinis diantaranya suhu tubuh tinggi (lebih dr 39 derajat). “Tidak mau makan, luka/melepuh pada area mulut dan kaki, hipersalivasi (mengeluarkan air liur terus menerus) dan agak berbusa. Serta ternak terlihat sering baring,” jelasnya.
Mengenai kondisi 2 ekor ternak sapi yang positif PMK tersebut, diungkapkan sudah tertangani oleh petugas dan kondisi sudah sehat. “Dengan melakukan terapi pengobatan dan karantina di kandangnya, disarankan untuk tidak memasukkan atau mengeluarkan ternak dulu,” ungkap Nanang.
Sedangkan penyebab 2 ekor sapi tersebut terjangkit PMK, menurut Nanang akibat virus. Padahal lokasi ditemukannya kasus PMK pertama di Kabupaten Blitar itu sudah divaksin. Namun dari 2 ekor ternak sapi tersebut, 1 ekor belum pernah divaksin karena pemiliknya menolak. “Kemudian yang kedua, baru beli dari pedagang di pasar dan masih ditelusuri dari daerah mana,” bebernya.

Oleh karena itu untuk antisipasi dan pengendalian PMK di Kabupaten Blitar, pihak Disnakkan sejak Januari 2024 sudah mengoptimalkan vaksinasinya dengan menerjunkan 10 tim vaksinasi di seluruh wilayah. “Kemudian menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk peningkatan kewaspadaan PMK, jika ada kasus segera melaporkan ke call center KAWAN KECE agar segera ditangani serta pengaktifan lagi 12 Posko PMK,” tandas Nanang.
Ditambahkan Nanang jika vaksinasi PMK di wilayah Kabupaten Blitar dari total 248 desa/kelurahan, hanya 2 desa yang belum yakni Desa Salam dan Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.
Dimana sesuai data per 27 Februari 2024, total ternak sapi, kambing, domba, kerbau dan babi yang sudah di vaksin ke 1 (V1) sebanyak 41.769 ekor. Kemudian Revaksin (V2) 27.614 ekor, lalu Booster 8.854 ekor sehingga total 78.273 ekor ternak yang sudah divaksin pungkasnya. (za/mp)

















