- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Diduga Telah Alih Fungsi Jadi TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik PT. Dinamika Agrabangun Ditutup
Telah Alih Fungsi Jadi, TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik, PT. Dinamika Agrabangun Ditutup,

Keterangan Gambar : tinjau lahan alih pungsi
MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) Liar di Parung Koret, Karang Mulya Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang akhirnya berhenti beroperasi setelah warga sekitar lokasi mempersoalkan aktifitas yang dikhawatirkan berdampak negatif ke lingkungan. Selasa (16/08)
Warga yang tergabung dalam Paguyuban Yellow Garden, Telaga Metro I, Metro II, mengatakan bahwa area tanah kosong milik PT. Dinamika Agrabangun telah diduga berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.
Selain itu, aktifitas yang dilakukan oleh Oknum yang memakai lahan kosong milik PT. Dinamika Agrabangun dengan melakukan pembakaran sampah dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
“Selain menimbulkan bau tidak sedap, pengurugan tanah kosong ini mengakibatkan penyerapan air tanah terganggu, karena aliran air drainase tertutup, sehingga saat hujan mengakibatkan air meluap ke jalan antara Metro 1, Yellow Garden, dan Talaga Metro,” ungkap para perwakilan warga dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Walikota Tangerang, dan Dinas-dinas terkait.
Warga Nilai TPSL di Karang Tengah Sebagai Penyebab Bau Tak Sedap, Kini Berhenti Beroperasi
Menurut Urip petugas penjaga lahan yang dijadikan TPS Liar, mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah setempat turut serta membuang tebangan kayu-kayu pohon ditempat itu.
“Sekarang limbah-limbah yang mana kata saya disini, bahkan sampai Camat pun buang tebangannya disini,” ungkapnya. Senin (15/08/2022).
Sisi lain, warga sekitar lokasi turut mengecam adanya aktifitas pembuangan sampah yang menjadi penyebab buruknya aliran air drainase bagi kelangsungan lahan pertanian yang dikelolanya.
“Jelas banget kita gak suka, soalnya kita semua berkebun, itu aliran airnya ngalir ke kebun semua, jelas air tanah juga jadi bau,” katanya.
Lebih lanjut, ia pun mengungkap bahwa aktifitas pembuangan sampah telah berlangsung sejak bulan April 2021.
“Sejak bulan 5, itu segala sampah apaan tahu masuk, sampah buah busuk apa segala ada,” terangnya.
Setelah berhenti beroperasi, warga Yellow Garden, warga Telaga Metro 1 dan 2, serta warga Parung Koret meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk segera menertibkan serta menutup TPS Liar tersebut dan rumah hunian liar yang berada di lahan tersebut. Warga mengkhawatirkan para oknum pengelola kembali melakukan aktifitas di lahan tersebut. (Red/KJK)

















