- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Laporan Korps Rapor Kenaikan Pangkat Prajurit: Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab.
- Gusmardi Bustami: Dari Order Menjadi Ekspor Nyata, Tantangan UKM Indonesia
- Syukuran HUT ke-81 TNI di Makogabwilhan II: Kaskogabwilhan II Potong Tumpeng dan Tekankan Pentingnya Syukur serta Soliditasm
- HUT ke-81 TNI, Kogabwilhan II Komitmen Perkuat Profesionalisme Demi Kawal Kedaulatan Negara.
Diduga Telah Alih Fungsi Jadi TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik PT. Dinamika Agrabangun Ditutup
Telah Alih Fungsi Jadi, TPS Liar, Warga Minta Lahan Milik, PT. Dinamika Agrabangun Ditutup,

Keterangan Gambar : tinjau lahan alih pungsi
MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) Liar di Parung Koret, Karang Mulya Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang akhirnya berhenti beroperasi setelah warga sekitar lokasi mempersoalkan aktifitas yang dikhawatirkan berdampak negatif ke lingkungan. Selasa (16/08)
Warga yang tergabung dalam Paguyuban Yellow Garden, Telaga Metro I, Metro II, mengatakan bahwa area tanah kosong milik PT. Dinamika Agrabangun telah diduga berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap.
Selain itu, aktifitas yang dilakukan oleh Oknum yang memakai lahan kosong milik PT. Dinamika Agrabangun dengan melakukan pembakaran sampah dikhawatirkan memicu gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.
Baca Lainnya :
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
“Selain menimbulkan bau tidak sedap, pengurugan tanah kosong ini mengakibatkan penyerapan air tanah terganggu, karena aliran air drainase tertutup, sehingga saat hujan mengakibatkan air meluap ke jalan antara Metro 1, Yellow Garden, dan Talaga Metro,” ungkap para perwakilan warga dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada Walikota Tangerang, dan Dinas-dinas terkait.
Warga Nilai TPSL di Karang Tengah Sebagai Penyebab Bau Tak Sedap, Kini Berhenti Beroperasi
Menurut Urip petugas penjaga lahan yang dijadikan TPS Liar, mengatakan bahwa pihak pemerintah daerah setempat turut serta membuang tebangan kayu-kayu pohon ditempat itu.
“Sekarang limbah-limbah yang mana kata saya disini, bahkan sampai Camat pun buang tebangannya disini,” ungkapnya. Senin (15/08/2022).
Sisi lain, warga sekitar lokasi turut mengecam adanya aktifitas pembuangan sampah yang menjadi penyebab buruknya aliran air drainase bagi kelangsungan lahan pertanian yang dikelolanya.
“Jelas banget kita gak suka, soalnya kita semua berkebun, itu aliran airnya ngalir ke kebun semua, jelas air tanah juga jadi bau,” katanya.
Lebih lanjut, ia pun mengungkap bahwa aktifitas pembuangan sampah telah berlangsung sejak bulan April 2021.
“Sejak bulan 5, itu segala sampah apaan tahu masuk, sampah buah busuk apa segala ada,” terangnya.
Setelah berhenti beroperasi, warga Yellow Garden, warga Telaga Metro 1 dan 2, serta warga Parung Koret meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang untuk segera menertibkan serta menutup TPS Liar tersebut dan rumah hunian liar yang berada di lahan tersebut. Warga mengkhawatirkan para oknum pengelola kembali melakukan aktifitas di lahan tersebut. (Red/KJK)







.jpg)








