Breaking News
- Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil, Dari Tid
- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
Desa Dirung Pundu Kembangkan Ternak Ayam Petelur

MURUNG RAYA – Pemerintah Desa Dirung Pundu akan segera mengaktifkan usaha dari BUMDes di bidang peternakan ayam petelur. Nantinya telur-telur hasil pengelolaan usaha desa ini akan di jual kewarung-warung yang ada di sekitar desa dan desa tetangga serta akan di ajukan kepada pihak perusahan-perusahahan yang ada di wilayah Desa Dirung Pundu. Kepala Desa Dirung Pundu Jenly K mengatakan kebutuhan telur ayam selama ini terus mengalami peningkatan, bahkan permintaannya semakin meningkat. “Kita akan arahkan BUMDes untuk menjadikan ternak ayam petelur ini menjadi pilihan usaha utama. Dan akan di mulai secara bertahap,” kata Jenly K, Minggu (19/6/2022). Nantinya usaha ini akan di padukan dengan usaha pengelolaan ikan lele yang posisi kolamnya ada di bawah kandang ayam petelur. Jenly juga menegaskan dengan anggaran alokasi BUMDes yang nantinya tidak sedikit, dirinya berharap komitmen yang tinggi dari para pengurus BUMDes dalam mengembangkan usaha tersebut. “Modalnya tidak sedikit, jadi pengelolaannya harus komitmen dan bertanggung jawab, sehingga kedepan nantinya pengurus BUMDes bisa mandiri, tidak lagi tergantung dengan anggaran desa,” pungkasnya. (ASENG)

















