- Klaim Melonjak 344 Persen, BRI Life Perkuat Kemitraan dengan Bali International Hospital
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Mahasiswa Digital Communication Mercu Buana Gelar Kuliah Peduli Negeri Digipact 2026 di SMA Al Chasanah, Edukasi Bijak Gunakan Media Sosial
- Semangat Anak Wae Moto Menyala, PNM Peduli Wujudkan Sekolah yang Lebih Aman dan Nyaman
- SEAVFC Jadi Panggung Talenta Muda, Liza Maria Yakin Anak Indonesia Mampu Bersaing di ASEAN
- Indonesia Tuan Rumah SEAVFC 2027, Ajang Anak ASEAN Suarakan Kreativitas Lewat Video
- Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan
- Tak Kunjung Selesai, HGU Perkebunan Karanganyar Munculkan Polemik Warga
- Pemkab Barito Utara Hadirkan Gerakan Pangan Murah, Bantu Masyarakat Dapatkan Sembako Terjangkau
Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik

Keterangan Gambar : Dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah di Gedung Yudha Pendopo, Kamis (23/7/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bupati Majalengka H. Eman Suherman membunyikan alarm serius terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Majalengka. Dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah di Gedung Yudha Pendopo, Kamis (23/7/2026), ia menegaskan penanganan HIV/AIDS, TBC, dan malaria menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurut Eman, pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar penting untuk mewujudkan visi Majalengka yang lebih maju. Karena itu, ketiga penyakit tersebut harus ditangani secara serius agar tidak menjadi ancaman bagi kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, kasus HIV/AIDS pada 2024 tercatat 203 kasus, turun menjadi 148 kasus pada 2025. Namun hingga Januari-Mei 2026 telah ditemukan 97 kasus baru, yang menjadi sinyal perlunya langkah penanganan lebih masif.
Baca Lainnya :
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan
- Ketua DK PWI Atal Depari : UKW Jadi Benteng Profesionalisme Wartawan
- 95 Wartawan Ikuti UKW di Majalengka, PWI Tekankan Profesionalisme
Sementara itu, angka kasus TBC masih tergolong tinggi. Pada 2024 tercatat 4.464 kasus, meningkat menjadi 4.600 kasus pada 2025. Hingga pertengahan 2026, sudah ditemukan 2.886 kasus.
Untuk malaria, tren kasus menunjukkan penurunan. Pada 2024 terdapat 19 kasus, turun menjadi 9 kasus pada 2025, dan hingga 2026 tercatat 3 kasus.
Dalam arahannya, Bupati Eman menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat upaya deteksi dini, pelacakan kasus (tracking), pemeriksaan kesehatan, edukasi masyarakat, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui inovasi aplikasi Lajur Pesat yang melibatkan pelajar sebagai agen informasi kesehatan dan testimoni penyintas.
Ia juga menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh program pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi kebijakan Presiden sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Ia menegaskan Indonesia tidak melegalkan LGBT dan meminta seluruh pihak memperkuat langkah pencegahan sesuai regulasi yang berlaku, di samping mengedepankan edukasi kesehatan, deteksi dini, dan penanganan berbasis layanan kesehatan.
"Kita harus serius menangani HIV/AIDS, TBC, dan malaria melalui kerja sama semua pihak agar masyarakat Majalengka semakin sehat dan produktif," tegas Eman.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan pengendalian ketiga penyakit tersebut dapat menekan angka penularan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. ** (Agit)
















