- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
- Menjaga Keamanan, Babinsa Dan Komduk Senergi Patroli Malam.
- Polisi Hentikan Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Perjanjian Pengalihan Merek, SIAL Food & Drinks Indonesia Sambut Baik
- Dewan Hasrat Minta Program Antinarkoba Berbasis Pemetaan, Anggaran Harus Terukur hingga Hasilnya
- Hasrat PAN Usulkan Lomba Cerita Pendek Bahaya Narkoba, Edukasi Generasi Muda Lewat Media Sosial
- Hasrat Minta SOP Perlindungan Relawan Antinarkoba, Masyarakat Pelapor Jangan Dibiarkan Takut
- Hasrat PAN Dukung Perda P4GN dan Anggaran Antinarkoba, Selamatkan Generasi Muda Barito Utara
Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik

Keterangan Gambar : Dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah di Gedung Yudha Pendopo, Kamis (23/7/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bupati Majalengka H. Eman Suherman membunyikan alarm serius terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Majalengka. Dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah di Gedung Yudha Pendopo, Kamis (23/7/2026), ia menegaskan penanganan HIV/AIDS, TBC, dan malaria menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurut Eman, pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar penting untuk mewujudkan visi Majalengka yang lebih maju. Karena itu, ketiga penyakit tersebut harus ditangani secara serius agar tidak menjadi ancaman bagi kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, kasus HIV/AIDS pada 2024 tercatat 203 kasus, turun menjadi 148 kasus pada 2025. Namun hingga Januari-Mei 2026 telah ditemukan 97 kasus baru, yang menjadi sinyal perlunya langkah penanganan lebih masif.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
- Kapolres Majalengka Bongkar Dua Kasus Pengeroyokan, Ini Kronologinya
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
Sementara itu, angka kasus TBC masih tergolong tinggi. Pada 2024 tercatat 4.464 kasus, meningkat menjadi 4.600 kasus pada 2025. Hingga pertengahan 2026, sudah ditemukan 2.886 kasus.
Untuk malaria, tren kasus menunjukkan penurunan. Pada 2024 terdapat 19 kasus, turun menjadi 9 kasus pada 2025, dan hingga 2026 tercatat 3 kasus.
Dalam arahannya, Bupati Eman menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat upaya deteksi dini, pelacakan kasus (tracking), pemeriksaan kesehatan, edukasi masyarakat, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui inovasi aplikasi Lajur Pesat yang melibatkan pelajar sebagai agen informasi kesehatan dan testimoni penyintas.
Ia juga menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh program pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi kebijakan Presiden sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Ia menegaskan Indonesia tidak melegalkan LGBT dan meminta seluruh pihak memperkuat langkah pencegahan sesuai regulasi yang berlaku, di samping mengedepankan edukasi kesehatan, deteksi dini, dan penanganan berbasis layanan kesehatan.
"Kita harus serius menangani HIV/AIDS, TBC, dan malaria melalui kerja sama semua pihak agar masyarakat Majalengka semakin sehat dan produktif," tegas Eman.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan pengendalian ketiga penyakit tersebut dapat menekan angka penularan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. ** (Agit)










.jpg)





