- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
- Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Jalan Rusak
- Pengangkatan Wakil Direktur Polimedia Jadi Sorotan, Diduga Tak Penuhi Syarat Statuta
- Keributan di Pasar Lama, Nasrullah Minta Kronologi sebenarnya dibuka
- Gubernur Pramono Apresiasi Program Pengolahan Sampah Organik di Jakarta Timur
Bupati Blitar Minta Semua Elemen Kompak Hadapi Tantangan Krisis Pangan dan Energi

Keterangan Gambar : Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Upacara bendera bertempat di aloon - aloon Kantor Kabupaten Blitar pada Rabu (12/10/22.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Menandai peringatan hari ulang tahun Provinsi.Jawa Timur ke 77, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Upacara bendera bertempat di aloon - aloon Kantor Kabupaten Blitar pada Rabu (12/10/22). Bupati Blitar bertindak selaku Inspektur Upacara yang diikuti Sekda, para asisten, kepala OPD dan seluruh ASN dilingkup Pemkab Blitar.
Bupati Blitar Hj, Rini Syarifah dalam sambutanya mengingatkan kembali dengan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur telah memberikan arahan terkait persiapan untuk menghadapi resesi global yang harus dihadapi.
.jpg)
Baca Lainnya :
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- Kadisdik Kota Tangerang Beberkan Rincian Program Sekolah Gratis Tahun 2026
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
- Optimalkan Ruang Publik, Satpol PP Kota Tangerang Tertibkan PKL di Sekitar Alun-Alun Ahmad Yani
"Sebagaimana arahan Gubernur Jawa Timur yang banyak memotivasi kepada kita, tentang ancaman resesi ini kita harus benar-benar siap, beliau ada misi dagang, opop yang merupakan gerakan ekonomi luar biasa,"ungkapnya
Rini Syarifah juga mengajak agar semua elemen yang ada akan terus bangkit karena satu hal, yakni Jawa Timur telah mendapat pengakuan paling bagus seluruh Indonesia dalam menata perekonomian .
Mak Rini menyebutkan Pemkab Blitar meraih penghargaan Tim Pengendali Inflansi Daerah terbaik se Jawa Bali dari Menko Perekonomian. Hal ini merupakan salah satu langkah Pemkab Blitar untuk menghadapi masa resesi.

Selanjutnya dalam membacakan sambutan Gubernur, Rini Syarifah sampaikan adanya tindakan nyata untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah dengan Inovasi implementasi praktis dari suatu ide yang baru untuk menyelesaikan persoalan.
"ini menjadi keharusan dalam semangat saat ini,karena pergerakan gagasan, jasa, barang, perdagangan, data dani nformasi antar kota, antar bangsa dan negara adalah keniscayaan ummat manusia. Pada era ketika semua hal bergerak dan tidak ada yang diam, maka komunitas politik negara bangsa atau provinsi dan kota yang sanggup menyatu padukan inisiatif, kolaborasi dan inovasi sebagai daya cipta, dengan mengedepanpan karakter IKI," tandasnya.
Mengapa karakter lKl yang kami kedepankan di tengah khidmat
Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang ke-77. Mengingat kita saat ini
menghadapi zaman dengan tantangan-tantangan yang tidak mudah dan
sifatnya mendunia. Setelah kita baru saja recovery dari tantangan dunia yakni gelombang pandemi covid-19.
"Saat ini yang kita menghadapi adalah ancaman krisis pangan, krisis energi serta krisis keuangan bahkan berpotensi terjadinya resesi dunia, baik akibat Perang Rusia - Ukraina, climate change (perubahan iklim) yang membutuhkan transformasi besar dalam bidang energi yang terbarukan (renewable energy).
Semua hal itu terkait dengan tantangan yang tidak berhentinya waktu demi waktu, kita
perlu melakukan perubahan cara pandang, perubahan cara kerja,
perubahan sikap, perubahan mental dan perubahan aksi,"pungkasnya. (za/mp)

















