Breaking News
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
Bupati Blitar Ingatkan Generasi Muda Untuk Perang Terhadap Narkoba, Radikalisme dan Informasi Hoax

MEGAPOLITANPOS COM, Blitar - Untuk mewujudkan Kabupaten Blitar yang maju, kuat dan berintegritas membangun elemen bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Blitar, ini bentuk ikrar dan komitmen Organisasi Kepemudaan (OKP) Kabupaten Blitar, sehingga terinisiasi untuk menggelar apel Kebangsaan pada Jum' at (10/06/22) bertempat di alun-alun Kantor Bupati di Kanigoro. Hadir dalam kegiatan ini Jendral Prn. Moeldoko staf Kepresidenan RI, Ketua dan anggota DPRD Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten dan anggota, Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah serta unsur Forkopimda Kabupaten Blitar. Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah dalam sambutanya dihadapan peserta Apel Kebangsaan Satu Indonesia menyebutkan, makna dan tujuan utama kegiatan ini adalah untuk merawat warisan nilai luhur pancasila di bumi Laya Ika Tantra Adi Raja dan menangkal radikalisme serta degradasi Bangsa Indonesia.
"Saya sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Blitar, saya berpesan, agar terus mengobarkan semangat perang melawan narkoba, radikalisme, dan informasi hoaks. Karena semua yang menyesatkan dapat merusak generasi Bangsa," tutur Bupati.
Sejalan dengan perkembangan kecanggihan teknologi, Bupati juga berpesan, agar semuanya bisa menggunakan gadget dengan bijak, termasuk ikut membranding potensi Blitar Raya ini, agar dikenal di seluruh pelosok Nusantara bahkan pasar Global.
"Karena potensi Blitar yang dikenal dengan Bumi Laya Ika Tantra Adhi Raja (bersemayamnya raja-raja Nusantara Red.), hal ini juga merupakan sesuatu yang sangat luar biasa untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat luar, seperti tentang potensi wisata alam, sejarah, seni budaya, kuliner dan lain sebagainya.
"Saya berharap, ditangan panjenengan semua, yang muda-muda ini, generasi milenial, generasi alpha, untuk bergerak serentak membangkitkan ekonomi melalui branding potensi daerah," tandasnya.
Sesungguhnya semangat dan visi yang dimiliki kaum muda sangat tinggi, hal ini seperti disampaikan oleh Bung Karno.
"Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku guncang dunia". Itulah mengapa para pemuda diharapkan bisa membawa perubahan dan memajukan masyarakat Indonesia dimasa yang akan datang," imbuhnya.
Dilain sisi Jenderal Prn. Moeldoko juga menyemangati seluruh peserta, agar generasi terus mengobarkan semangat, memiliki ideologi yang kuat berdasarkan Pancasila dan jiwa Nasionalisme yang tinggi, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di era ini, ia berpesan tentang tiga hal kepada seluruh generasi muda tentang perang kebudayaan, yakni melalui perang keyakinan, melunturkan keyakinan atau agama, mendegradasi atas ideologi yang dimiliki dan diyakini oleh sebuah Bangsa.
ke tiga perang budaya dengan cara mengurangi rasa bangga atas bangsa itu sendiri dengan keaneka ragaman adat, suku dan budaya.
"Itu semua yang akan anak muda hadapi, dengan saling diadu kanan kiri kita, kita harus tetap mempunyai keyakinan yang teguh agar bangsa ini tetap memiliki ideologi yang kuat yakni Pancasila, tetap menjalankan filsafat sebagaimana di amanahkan oleh ajaran Bung Karno, hidup bergotongroyong, karena di tahun 2045 generasi sekarang adalah tulang punggung, penerus tongkat estavet perjuangan Bangsa Indonesia, menjadi para pemimpin yang tetap memegang teguh idiologi Negara Kesatuan Republik Indonsia, "tukasnya.(adv.kmf/za/mp)

.jpg)








.jpg)






