Breaking News
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Hadiri Halal Bihalal di Balai Kota DKI
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
Bupati Blitar Ingatkan Generasi Muda Untuk Perang Terhadap Narkoba, Radikalisme dan Informasi Hoax

MEGAPOLITANPOS COM, Blitar - Untuk mewujudkan Kabupaten Blitar yang maju, kuat dan berintegritas membangun elemen bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Blitar, ini bentuk ikrar dan komitmen Organisasi Kepemudaan (OKP) Kabupaten Blitar, sehingga terinisiasi untuk menggelar apel Kebangsaan pada Jum' at (10/06/22) bertempat di alun-alun Kantor Bupati di Kanigoro. Hadir dalam kegiatan ini Jendral Prn. Moeldoko staf Kepresidenan RI, Ketua dan anggota DPRD Provinsi, Ketua DPRD Kabupaten dan anggota, Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah serta unsur Forkopimda Kabupaten Blitar. Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah dalam sambutanya dihadapan peserta Apel Kebangsaan Satu Indonesia menyebutkan, makna dan tujuan utama kegiatan ini adalah untuk merawat warisan nilai luhur pancasila di bumi Laya Ika Tantra Adi Raja dan menangkal radikalisme serta degradasi Bangsa Indonesia.
"Saya sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Blitar, saya berpesan, agar terus mengobarkan semangat perang melawan narkoba, radikalisme, dan informasi hoaks. Karena semua yang menyesatkan dapat merusak generasi Bangsa," tutur Bupati.
Sejalan dengan perkembangan kecanggihan teknologi, Bupati juga berpesan, agar semuanya bisa menggunakan gadget dengan bijak, termasuk ikut membranding potensi Blitar Raya ini, agar dikenal di seluruh pelosok Nusantara bahkan pasar Global.
"Karena potensi Blitar yang dikenal dengan Bumi Laya Ika Tantra Adhi Raja (bersemayamnya raja-raja Nusantara Red.), hal ini juga merupakan sesuatu yang sangat luar biasa untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat luar, seperti tentang potensi wisata alam, sejarah, seni budaya, kuliner dan lain sebagainya.
"Saya berharap, ditangan panjenengan semua, yang muda-muda ini, generasi milenial, generasi alpha, untuk bergerak serentak membangkitkan ekonomi melalui branding potensi daerah," tandasnya.
Sesungguhnya semangat dan visi yang dimiliki kaum muda sangat tinggi, hal ini seperti disampaikan oleh Bung Karno.
"Berikan aku 10 pemuda, maka akan aku guncang dunia". Itulah mengapa para pemuda diharapkan bisa membawa perubahan dan memajukan masyarakat Indonesia dimasa yang akan datang," imbuhnya.
Dilain sisi Jenderal Prn. Moeldoko juga menyemangati seluruh peserta, agar generasi terus mengobarkan semangat, memiliki ideologi yang kuat berdasarkan Pancasila dan jiwa Nasionalisme yang tinggi, menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di era ini, ia berpesan tentang tiga hal kepada seluruh generasi muda tentang perang kebudayaan, yakni melalui perang keyakinan, melunturkan keyakinan atau agama, mendegradasi atas ideologi yang dimiliki dan diyakini oleh sebuah Bangsa.
ke tiga perang budaya dengan cara mengurangi rasa bangga atas bangsa itu sendiri dengan keaneka ragaman adat, suku dan budaya.
"Itu semua yang akan anak muda hadapi, dengan saling diadu kanan kiri kita, kita harus tetap mempunyai keyakinan yang teguh agar bangsa ini tetap memiliki ideologi yang kuat yakni Pancasila, tetap menjalankan filsafat sebagaimana di amanahkan oleh ajaran Bung Karno, hidup bergotongroyong, karena di tahun 2045 generasi sekarang adalah tulang punggung, penerus tongkat estavet perjuangan Bangsa Indonesia, menjadi para pemimpin yang tetap memegang teguh idiologi Negara Kesatuan Republik Indonsia, "tukasnya.(adv.kmf/za/mp)

















