- Lewat Grup WhatsApp, Diduga Koordinir Siswa Baru Beli Seragam di Toko Tertentu
- SAPA UMKM Siap Perluas Akses Pengadaan Pemerintah melalui Integrasi Layanan
- Kementerian UMKM Perluas Akses KUR, Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur
- Kapolres Metro Depok Gandeng Cipayung Plus Jaga Kamtibmas Lewat Program JAGA Depok On The Spot
- Prabowo Instruksikan Subsidi BBM Nelayan Lewat BPDP, Bukan APBN
- Petani Tebu Dapat Kepastian Pasar, Pemerintah Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Gula
- LPDB Koperasi Tegaskan Komitmen Pembiayaan Syariah Berbasis Good Governance
- Menteri UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Hadapi Bonus Demografi
- Diduga Konspirasi Praktik Monopoli Pengadaan Seragam SMKN 1 Doko Blitar Jadi Sorotan Publik
- JPO Tendean Nyaris Roboh Ditabrak Truk, FPPJ Desak Audit Menyeluruh Dinas Bina Marga DKI Jakarta
Breaking News ; Hembusan Suhu Panas Politik Diduga Ada Mantan Asisten Stafsus Jokowi Bermain Rekom Pilkada Blitar 2024

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Isu panas menerpa dunia politik di negeri ini, disebut ada nama mantan asisten staf khusus Presiden Jokowi inisial YN viral di medsos, karena komentarnya dinilai arogan oleh warganet. Ternyata juga diduga bermain rekomendasi calon Bupati Blitar, pada Pilkada Kabupaten Blitar 2024.
Mengutip dari media lentera today. com, dugaan ini mencuat, berdasarkan informasi dari salah satu sumber yang dekat dengan petinggi Partai Gerindra. Menurut sumber yang minta namanya tidak disebutkan ini, kalau YN adalah pihak yang menghubungkan salah satu calon Bupati Blitar pada Pilkada 2024 ini. Untuk bisa mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra, padahal YN itu cuman mantan asisten stafsus Jokowi.
"Jadi cuman mantan asisten stafsus, bukan stafsus Jokowi lho ya. Diduga kuat, YN memanfaatkan posisi itu untuk melobi Partai Gerindra, agar bisa mendapatkan rekom salah satu cabup di Blitar," ungkap sumber tadi kepada wartawan. Senin, (9/9/24).
Baca Lainnya :
- Lewat Grup WhatsApp, Diduga Koordinir Siswa Baru Beli Seragam di Toko Tertentu
- Diduga Konspirasi Praktik Monopoli Pengadaan Seragam SMKN 1 Doko Blitar Jadi Sorotan Publik
- Komisi IV DPRD Dorong Perda Kepemudaan, KNPI Diminta Bergerak Nyata
- Bupati Eman Resmikan Revitalisasi SMPN 1 Leuwimunding, Ini Harapannya
- Tradisi Bersih Desa Sumberagung Wujudkan Integral Kebhinekaan Nusantara
Dalam laman ini juga menyampaikan adapun hubungan YN dengan cabup Blitar tersebut, hingga diduga kuat melobi rekomendasi Partai Gerindra. Terungkap jika YN ternyata isteri dari salah satu orang dekat cabup Blitar tersebut, yaitu seorang gus dari pondok pesantren yang selama ini mendukung cabup tersebut.
Sehingga ditegaskan sumber tadi, Partai Gerindra tertipu sampai mau mengeluarkan rekomendasi untuk salah satu cabup Blitar yang dibawa oleh YN.
"Kabar ini bahkan sudah sampai ke kalangan DPR di Senayan, jadi pembahasan ramai," tegasnya.
Kabar YN ikut bermain rekomendasi Pilkada semakin menguat, karena hingga saat ini ada salah satu partai besar pengusung calon Bupati Blitar yang belum mengeluarkan rekomendasi.
"Bahkan turunnya rekomendasi Partai Gerindra kepada salah satu calon Bupati Blitar inilah, yang juga diduga menyebabkan perpecahan di internal Gerindra Blitar," bebernya.
Secara terpisah, Sekretaris DPC Partau Gerindra Kabupaten Blitar, Sugianto ketika dikonfirmasi mengenai kabar ini mengaku belum tahu, jika rekomendasi partainya diduga dimainkan oleh mantan asisten stafsus Jokowi.
"Kami belum dengar, karena terkait rekomendasi adalah kewenangan penuh DPP jadi kami pengurus di daerah sama sekali tidak tahu," kata Sugik panggilan Sugianto.
Diungkapkan Sugik kalau selama proses rekomendasi, pihak DPC Gerindra Kabupaten Blitar hanya sebatas mengusulkan nama-nama yang memiliki potensi.
"Sifatnya hanya mengusulkan nama-nama saja, ada sekitar 6-7 nama dan keputusan sepenuhnya ada di DPP. Termasuk mengusulkan kader Gerindra, sesuai dengan keputusan Rapimnas untuk mengutamakan kader sendiri," tegasnya.
Disinggung kalau Partai Gerindra pecah akibat turunnya rekomendasi kepada salah cabup Blitar, yang diatur oleh YN dengan mengaku asisten stafsus Jokowi.
"Kalau soal itu sebenarnya tidak ada perpecahan partai, hanya perbedaan pendapat saja. Karena DPC Gerindra Kabupaten Blitar, patuh terhadap keputusan DPP partai," pungkas Sugik.
Sementara itu terkait inisial YN yang viral di medsos, ketika ditelusuri ternyata merujuk pada nama Yasmin Nur yang mengaku asisten stafsus Presiden Jokowi.
Nama Yasmin Nur viral, setelah menanggapi cuitan Cahyo di media sosial X yang menyebut seorang yang kurang kompeten, menduduki posisi penting sebagai asisten staf khusus presiden. Yasmin merespons gaji seorang asisten stafsus, bisa mencapai Rp 23 juta per bulan.
"Gue kasih paham Asisten Staf Khusus Presiden bukan pekerjaan remeh kaya yang lu tuduhkan. Asisten di Staf Khusus Presiden setara jabatan struktural Eselon 2 dan gue diberi mandat negara boleh milih 2 Pembantu Asisten setara Eselon 3. Mana ada gue pamerin di medsos. Gue ga ugal2an..,” cuit Yasmin dalam akun X yang sempat di tangkapan layar X sebelum akunnya dideaktivasi.
Merasa diserang secara pribadi, Yasmin merespons dengan tegas di media sosial. Ia mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dianggapnya tidak benar dan merugikan reputasinya.
"Laporin bareskrim ga yah udh pernah sih menjarain org kasian bgt tapi abis gtu nasib2 mereka yg kena opsus," tulis Yasmin di Instagram Story dikutip, Minggu(8/9/2024).
Respon ini memicu berbagai reaksi dari netizen, ada yang mendukungnya namun banyak juga yang mengkritik cara Yasmin menangani situasi tersebut. ** (za/mp)
















