- DPRD Kota Tangerang Desak RDF Dibangun di Tiap Kecamatan, Sampah Rawa Kucing Bisa Berkurang Drastis
- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- YPPM Tegas Buka Suara Soal Polemik UNMA : Tolak Intimidasi, Tegakkan Legalitas Kampus
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Festival Walet Emas 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur
BNI Gelar RUPSLB untuk Perkuat Tata Kelola dan Strategi Hadapi 2026

Keterangan Gambar : BNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025 sebagai langkah strategis memperkuat arah kebijakan, struktur tata kelola, serta kesiapan Perseroan menghadapi tahun buku 2026.
RUPSLB yang diselenggarakan secara daring tersebut dipimpin oleh Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar dan dihadiri jajaran Dewan Komisaris serta Direksi, termasuk Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan.
Putrama menyampaikan bahwa seluruh keputusan yang diambil dalam RUPSLB merupakan bagian dari upaya memastikan tata kelola BNI tetap selaras dengan dinamika regulasi serta mendukung kelancaran eksekusi strategi bisnis ke depan.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP
“RUPSLB ini memastikan seluruh aspek tata kelola BNI tetap sejalan dengan perkembangan regulasi dan mendukung kesiapan operasional Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis tahun mendatang,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis.
Perubahan Anggaran Dasar dan RKAP 2026
Dalam agenda pertama, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, termasuk penyesuaian tata kelola pengawasan oleh Holding Operasional sesuai amanat Undang-Undang BUMN Tahun 2025.
Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor 23/BPU/10/2025 tertanggal 28 Oktober 2025.
Agenda kedua RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan terkait penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Langkah ini diambil guna mempercepat proses perencanaan dan memastikan kesiapan operasional Perseroan memasuki tahun buku berikutnya.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pengkinian dokumen Recovery Plan 2025/2026 sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan regulator sekaligus penguatan perencanaan keberlanjutan operasional BNI.
Perubahan Jajaran Komisaris
Pada agenda terakhir, RUPSLB mengukuhkan pemberhentian Suminto sebagai anggota Dewan Komisaris BNI seiring penugasannya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan sejak Oktober 2025.
“Masa jabatan Bapak Suminto sebagai Komisaris Perseroan berakhir sejak 8 Oktober 2025 dan pengukuhan pemberhentiannya ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa ini,” jelas Putrama.
Seiring dengan pemberhentian tersebut, RUPSLB menyetujui pengangkatan Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris BNI menggantikan Suminto. Febrio saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan.
Kinerja Keuangan Tetap Solid
Di tengah dinamika ekonomi global, BNI mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III 2025. Hingga akhir September 2025, penyaluran kredit BNI mencapai Rp812 triliun, tumbuh 10,5% secara tahunan (YoY) dengan pertumbuhan yang seimbang di seluruh segmen bisnis.
Kredit korporasi tumbuh 12,4% YoY menjadi Rp451 triliun, segmen menengah meningkat 14,3% YoY menjadi Rp120 triliun, dan UMKM non-KUR naik 13,9% YoY menjadi Rp46 triliun. Sementara segmen konsumer tumbuh 9,6% YoY menjadi Rp150,2 triliun.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 21,4% YoY menjadi Rp934,3 triliun, didukung pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 13,3% YoY menjadi Rp613,4 triliun.
Transformasi digital juga terus menunjukkan hasil positif. Aplikasi wondr by BNI telah digunakan oleh 10,5 juta pengguna dengan total 866 juta transaksi senilai Rp783 triliun. Sementara platform BNIdirect membukukan nilai transaksi Rp8.080 triliun, tumbuh 26,7% YoY.
“Kami optimistis penguatan tata kelola dan transformasi berkelanjutan ini akan semakin memperkokoh posisi BNI sebagai bank yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Putrama.
Dengan penguatan tata kelola melalui RUPSLB serta kinerja keuangan yang tetap solid, BNI menegaskan kesiapan Perseroan menghadapi tantangan bisnis tahun 2026, sekaligus memperkuat kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)











