- Punya Riwayat GERD atau Maag? Ini Checklist Sebelum Minum Apa Pun
- Musrenbang Teweh Baru Digelar, Hj Nety Herawati Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Musrenbang Teweh Baru, DPRD Siap Kawal Prioritas Pembangunan 2027
- Ketua DPRD Barito Utara Tekankan Sinkronisasi Program dalam Musrenbang Gunung Timang
- Ramadhan 1447 H, Zakat Fitrah Majalengka Rp. 40 Ribu
- H Tajeri Soroti Maraknya Narkoba di Kalteng, Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama
- Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar
- Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026
- Dari Kampus ke Desa, 304 Taruna/i STPN Ambil Peran Menguatkan Data Tanah Masyarakat di Jawa Tengah
Bikin Prihatin, Satu Keluarga di Kampung Guha Desa Lembang Sari Tempati Rumah Tak Layak Huni

Keterangan Gambar : Kondisi rumah, Iwan
MEGAPOLITANPOS.COM Kabupaten Tangerang,- Satu keluarga di Kampung Guha RT 004/ RW 002 Desa Lembang Sari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Mereka menempati rumah dari bilik bambu dengan kondisi memperihatinkan, nyaris roboh dan sangat kumuh.
Pemilik rumah tersebut Iwan (27) bersama istri dan dua anaknya tinggal dirumah tak layak huni. Rumah yang di huni Iwan bersama keluarganya berdinding bilik bambu bertiang kayu dengan lebar 3×3 Meter, dinding bilik bambunya pun berlubang dimana – mana. Atap rumah yang menggunakan asbes sudah lapuk, Saat musim penghujan tiba rumah iwanpun bocor.

Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Ramadhan 1447 H, Zakat Fitrah Majalengka Rp. 40 Ribu
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
- DPRD Kota Tangerang Dukung Program Isbat Nikah Pemkot untuk Perkuat Perlindungan Keluarga
- HUT Majalengka ke-186, Ketua Komisi III DPRD: Sejarah Pijakan, Inovasi Jalan Menuju Langkung SAE
Bukan hanya itu, Rumah iwan tidak memiliki sarana Mandi Cuci Kakus (MCK). Disaat mandi dan buang air besar iwan bersama keluarga menumpang di majlis yang tidak jauh dari rumahnya.
Iwan hanyalah buruh harian lepas yang penghasilanya tak menentu, sesekali istri berjualan jajanan ringan di rumah dan penghasilanya pun hanya cukup untuk makan bersama keluarga.
Selama ini iwan bersama istrinya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
" Jangankan bantuan bedah rumah om, Bantua bansos saja tidak dapet, anak saya masih kecil - kecil. Rumah saya sajah di bangun dari swadaya warga, Dulu sebelum covid pernah di ajukan bedah rumah oleh pak RT tapi tidak dapet om " Kata Iwan Pada sabtu, (08/02/2023).
Ditempat yang sama RT 004, H. Jani mengatakan. Sebenarnya rumah iwan ini sudah pernah saya ajukan ke bedah rumah yang lain dapet tapi rumah iwan ini tidak dapat Karna memang banyak rumah-rumah yang tidak layak huni di wilayah saya" Ucapnya.

" Rumah iwan itu sebenernya Bantuan-bantuan dari warga sekitar saya yang gerakan pak, tapi untuk bedah rumah saya ga tau kelanjutanya, persyaratan sudah saya lengkapi ambil foto-foto Fisik rumahnya. Bahkan sampe skarang saya ga tau kelanjutanya" Jelasnya.
Saat di konfirmasi kepala desa Lembang Sari melalui pesan singkat WhatsApp tidak memberikan tanggapan apapun sampai berita ini di terbitkan. ** (Jhn)



.jpg)








.jpg)




