- Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Pegawai Toko Roti hingga Tewas di Cengkareng
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka :Temuan SDN Mirat III Baru Kasat Mata, Tapi Alarm Kualitas Proyek Sudah Berbunyi
- Job Fair Majalengka 2026 Hadirkan 3.536 Lowongan, Ribuan Tenaga Kerja Mulai Terserap
- Tak Sekadar Baca-Tulis, SAE Ceria Majalengka Cetak Generasi Melek Literasi Sejak Dini
- Satnarkoba Ungkap Modus Baru! Produksi Narkotika Cair di Rumah Warga
- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
- PRSI dan Kementerian ESDM Bahas Strategi Pengembangan Generasi Energi Masa Depan
- KUR Rp70 Triliun untuk Sektor Mikro, Pemerintah Gaspol Tekan Kemiskinan Ekstrem
- Ketua DPRD Hadiri Pelantikan Pejabat Barito Utara, Dukung Penguatan Kinerja Birokrasi
- Kapolsek dan Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Tak Sekadar Baca-Tulis, SAE Ceria Majalengka Cetak Generasi Melek Literasi Sejak Dini

Keterangan Gambar : Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suherman.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Gebrakan literasi anak usia dini kembali digaungkan dari daerah. Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suherman, resmi meluncurkan program SAE Ceria (Storytelling Edukatif untuk Anak melalui Cerita Animasi Majalengka), Senin (4/5/2026).
Program ini menjadi langkah konkret memperkuat literasi anak sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. Anak-anak diperkenalkan pada cerita rakyat khas Majalengka lewat media animasi, yang tak hanya merangsang imajinasi, tetapi juga mengasah kemampuan menyimak, memahami alur cerita, serta memperkaya kosakata.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak berkeliling kota menggunakan mobil Motekar, mengunjungi taman sejarah, hingga berakhir di Gedung Yudha Karya Pemda Majalengka untuk menyaksikan tayangan animasi edukatif.
Baca Lainnya :
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka :Temuan SDN Mirat III Baru Kasat Mata, Tapi Alarm Kualitas Proyek Sudah Berbunyi
- Job Fair Majalengka 2026 Hadirkan 3.536 Lowongan, Ribuan Tenaga Kerja Mulai Terserap
- Tak Sekadar Baca-Tulis, SAE Ceria Majalengka Cetak Generasi Melek Literasi Sejak Dini
- Satnarkoba Ungkap Modus Baru! Produksi Narkotika Cair di Rumah Warga
- Jelang Gelombang Aksi, YPPM Minta Mahasiswa Tertib dan Siap Dialog Terbuka
Menurut Hj. Iim Maemunah Suherman, program ini dirancang sebagai bentuk literasi kontekstual. Anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga melihat langsung jejak sejarah yang diceritakan, sehingga pemahaman menjadi lebih kuat dan membekas.
Ia menegaskan, literasi anak usia dini tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga mencakup kemampuan memahami cerita, berkomunikasi, hingga mengekspresikan gagasan.
"Melalui storytelling dan media animasi, anak-anak dilatih untuk menyimak, mengenal kata, memahami makna, hingga berani menceritakan kembali apa yang mereka lihat dan dengar. Ini fondasi penting dalam membangun budaya literasi sejak usia dini," ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai perpaduan antara animasi dan kunjungan ke situs sejarah merupakan metode pembelajaran efektif berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Pendekatan ini mendorong anak lebih aktif, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mulai mengasah kemampuan berpikir kritis.
Sebagai istri Bupati Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suherman juga mengapresiasi para guru dan panitia yang dinilai mampu menghadirkan inovasi pembelajaran adaptif tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.
"Literasi yang kuat harus dibangun dengan cara menyenangkan. Saat anak merasa senang, mereka lebih mudah menyerap pengetahuan dan mencintai proses belajar," tambahnya.
Program SAE Ceria diharapkan melahirkan generasi Majalengka yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki literasi kuat, berkarakter, serta bangga terhadap budaya dan sejarah daerahnya sejalan dengan visi "Majalengka Langkung SAE".
Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Siti Nurjanah (34), mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pendekatan pembelajaran yang diterapkan mampu membuat anak lebih antusias belajar.
"Semoga kegiatan seperti ini terus rutin dilakukan, karena sangat membantu orang tua dalam menumbuhkan minat literasi anak sejak dini," ujarnya. ** (Agit)

















