- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
- Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen
- Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
Beli Gas 3 Kg Pakai KTP di Pangkalan, Warga Akui Ribet

MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Program tepat sasaran bagi penyaluran barang bersubsidi gas LPG 3 Kg menggunakan poto copy KTP di pangkalan gas, membuat warga ribet.
Salah satu warga Pangodokan Kelurahan Kuta Bumi Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang mengaku ribet jika pembelian gas 3 Kg harus di pangkalan tidak boleh di tempat pengecer apalagi pakai poto copy KTP.
"Ini jelas sangat merepotkan orang kecil seperti kami ini, sangat ribet apalagi pangkalan gas melon lumayan jauh dari rumah tempat tinggal. kalau belum siap semestinya Pemerintah jangan paksakan," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
- Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
Ia menambahkan, semestinya sebelum menetapkan program para pihak yang berwenang turun ke masyarakat, apakah tambah menyulitkan masyarakat apa meringankan masyarakat.
"Sebaiknya di kaji dulu sebelum benar-benar di terapkan jangan menjadi program ABS (Asal Babeh Senang) kesulitan masyarakat tidak di pikirkan," ucapnya.
Sementara, salah satu pemili Agen gas LPG 3 Kg di bilangan Jalan Muhamad Toha Nagrak Kota Tangerang mengatakan, para pangkalan gas 3 Kg sering mendapatkan komplain dari konsumen terlebih konsumennya ibu-ibu rumah tangga, enggan membawa poto copy KTP.
"Kaya mau minta aja kita kan beli masa harus ninggalin Poto copy KTP, kalo di kasih tar KTP saya di salah gunakan kaya di TV, TV itu loh," ujar pemilik agen gas 3 Kg menirukan konsumen pembeli gas 3 Kg.
Ia menambahkan, jika pengecer gas 3 Kg di hapus bagaimana warga yang tempat tinggalnya jauh dari pangkalan dan bagaimana dengan nasib Pengecer itu sendiri, otomatis akan mengurangi dar hasil pedagang kecil itu sendiri. ** (Jhn)

















