- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Beli Gas 3 Kg Pakai KTP di Pangkalan, Warga Akui Ribet

MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Program tepat sasaran bagi penyaluran barang bersubsidi gas LPG 3 Kg menggunakan poto copy KTP di pangkalan gas, membuat warga ribet.
Salah satu warga Pangodokan Kelurahan Kuta Bumi Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang mengaku ribet jika pembelian gas 3 Kg harus di pangkalan tidak boleh di tempat pengecer apalagi pakai poto copy KTP.
"Ini jelas sangat merepotkan orang kecil seperti kami ini, sangat ribet apalagi pangkalan gas melon lumayan jauh dari rumah tempat tinggal. kalau belum siap semestinya Pemerintah jangan paksakan," ujarnya.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
Ia menambahkan, semestinya sebelum menetapkan program para pihak yang berwenang turun ke masyarakat, apakah tambah menyulitkan masyarakat apa meringankan masyarakat.
"Sebaiknya di kaji dulu sebelum benar-benar di terapkan jangan menjadi program ABS (Asal Babeh Senang) kesulitan masyarakat tidak di pikirkan," ucapnya.
Sementara, salah satu pemili Agen gas LPG 3 Kg di bilangan Jalan Muhamad Toha Nagrak Kota Tangerang mengatakan, para pangkalan gas 3 Kg sering mendapatkan komplain dari konsumen terlebih konsumennya ibu-ibu rumah tangga, enggan membawa poto copy KTP.
"Kaya mau minta aja kita kan beli masa harus ninggalin Poto copy KTP, kalo di kasih tar KTP saya di salah gunakan kaya di TV, TV itu loh," ujar pemilik agen gas 3 Kg menirukan konsumen pembeli gas 3 Kg.
Ia menambahkan, jika pengecer gas 3 Kg di hapus bagaimana warga yang tempat tinggalnya jauh dari pangkalan dan bagaimana dengan nasib Pengecer itu sendiri, otomatis akan mengurangi dar hasil pedagang kecil itu sendiri. ** (Jhn)
















