- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
- Polisi Pastikan Tak Ada Korban Tewas Akibat Senpi, Tragedi Berdarah Di Teweh Timur
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
Bapak dan Balita Tewas di Koja, Kapolres Metro Jakarta Utara: Kecil Kemungkinan Adanya Orang Luar yang Masuk ke TKP

Keterangan Gambar : Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan S.H , S.I.K., M.H.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Polisi mengungkap tidak ada jejak orang lain masuk ke dalam rumah tempat pria berinisial HR (50) dan balitanya yang berusia dua tahun ditemukan tewas di Koja, Jakarta Utara.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan S.H , S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kecil kemungkinan adanya orang luar yang masuk ke rumah. Pasalnya, kondisi pintu rumah tersebut tertutup.
Baca Lainnya :
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Khabar Duka, Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang, Kepala Biro Humas Kementerian UMKM Meninggal Dunia
- Laporan tidak Teregister, Empat Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan Ke Propam Polri
- Kasus Dugaan Penipuan Solar Industri Jalan di Tempat, Reformasi Polri Diuji di Meja Penyidik Polres Jaksel
- Kerusuhan Meletus di TMP Kalibata, Warung dan Kendaraan Dibakar Massa
“Jadi kalau kita lihat TKP ada empat orang. Kecil kemungkinan jejak orang asing masuk karena kondisi pintu yang tertutup, tidak ada jejak secara scientific,” ungkap Kapolres Jakut, dikutip dari PMJNews.com, Senin (30/10/23).
Kendati demikian, Kombes Pol. Gidion akan terus melakukan pemeriksaan maksimal terhadap para saksi. Selain itu, Kapolres Jakut tersebut juga mengaku masih menunggu istri korban bisa memberikan keterangan sebagai satu-satunya saksi kunci.
“Tetapi kita pastikan lagi karena satu-satunya saksi yang sangat kita harapkan mumpuni adalah istri,” tambahnya.
Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati saat ini tengah melakukan autopsi jenazah bapak dan anak balita, yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumah kawasan Koja, Jakarta Utara.
“Sudah sampai dan sedang diautopsi dengan kondisi makros yang sudah busuk,” ungkap Kepala RS Polri Kramatjati, ungkap Brigjen. Pol. dr. Hariyanto, Sp.PD.
Kepala RS Polri Kramatjati tersebut menjelaskan kedua jenazah saat ini sedang dalam pemeriksaan sampel jaringan untuk mengetahui penyebab kematiannya. Dia memperkirakan keduanya sudah meninggal selama satu pekan.
“Masih dilakukan pemeriksaan mikroskopik (histopatologi) dan toksikologi. Kondisi sama-sama busuk. Sudah semingguan meninggal,” jelasnya.(Reporter: Achmad Sholeh/ Alek)



.jpg)













