- Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut
- Muscab X PPP Kota Blitar Tonggak Parameter Pemilu 2029 Gerak Maju dan Menang
- Banjir Kembali Merendam Kawasan Permukiman Warga di Kebon Pala, Jakarta
- Gedung D Ditjen Bina Pemdes Kemendagri di Jalan Pasar Minggu Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
- Anggota DPRD H. Parmana Setiawan Ikut Gowes Bersama Bupati, Perkuat Sinergi untuk Kota Bersih
- Kayuh Sepeda Keliling Kota, Bupati Pastikan Muara Teweh Tetap Bersih dan Nyaman
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
- Parmana Setiawan Soroti PBG dan Solusi Warga MBR dalam Raperda Permukiman Kumuh
Angka Stunting di Bawah Nasional, Kota Tangerang Tuai Apresiasi Mendukbangga Wihaji

Keterangan Gambar : Wihaji, di Kick Off Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kecamatan Pinang
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Kota Tangerang menunjukkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan masyarakat. Angka prevalensi stunting di Kota Tangerang tercatat 11,2% jauh di bawah rata-rata nasional di 19,8%. Dan hal ini, mendapat apresiasi langsung dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Republik Indonesia Wihaji.
Wihaji, di Kick Off Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kecamatan Pinang menyampaikan, pencapaian ini merupakan bukti nyata dari efektivitas program percepatan penurunan stunting yang dijalankan Pemkot Tangerang secara kolaboratif dan berkelanjutan.
"Kota Tangerang patut menjadi contoh bagi daerah lain. Angka stunting yang rendah menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan sudah berjalan baik, mulai dari hulu hingga ke tingkat masyarakat,” ungkap Wihaji dalam sesi wawancara.
Baca Lainnya :
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Dies Natalis ke-20 UNMA, Bupati Eman : Kampus Harus Jadi Motor Solusi di Era Tantangan Kompleks
- Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
“Kota Tangerang menjadi teladan. Dari 10 anak, hanya satu yang stunting. Ini hasil kerja keras Pak Wali Kota Tangerang dan seluruh tim. Luar biasa,” pujinya.
Berdasarkan data terakhir, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tiga tahun terakhir, pada 2022, Kota Tangerang 11,8%, Provinsi Banten 20% dan nasional 21,6%. Sempat kembali naik di 2023, Kota Tangerang 17,6%, Provinsi Banten 24% dan nasional 21,5%. Kembali turun maksimal di 2024, Kota Tangerang 11,2%, Provinsi Banten 21,1% dan nasional 19,8%
Capaian ini didukung oleh berbagai program strategis seperti edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, pendampingan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara intensif.
"Kami terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting serendah mungkin, karena ini menyangkut masa depan generasi kita. Dukungan dari pemerintah pusat tentu menjadi penyemangat bagi kami,” tutur Kepala DP3AP2KB Tihar Sopian di lokasi sama.
Lanjutnya, atas apresiasi ini, Pemkot Tangerang pun akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempertahankan konsistensi dalam pelaksanaan program penanganan stunting.
"Salah satunya program Genting dari nasional ini, walau kita sendiri sudah melakoni program serupa di tingkat Kota Tangerang melalui OPD sejak beberapa tahun lalu. Semua program akan terus diperkuat untuk menuntaskan kasus stunting," tutup Tihar. ** (Jhn)

















