- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Anggota DPRD Sebut Pemberian Antropometri Mudahkan Kerja Kader Posyandu

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menyebutkan pemberian Antropometri memudahkan kader Posyandu
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Anggota DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menyebutkan pemberian Antropometri memudahkan kader Posyandu dalam melakukan tugasnya yakni pengukuran berat dan tinggi badan anak.
"Antropometri kit merupakan upaya Pemkot Tangerang dalam mendeteksi stunting pada anak. Mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk Posyandu dan masyarakat," ujar Rusdi saat menghadiri pemberian alat Antropometri kepada Posyandu di RW 04 Kelurahan Sukaasih Kecamatan Tangerang beberapa waktu lalu.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pemberian antropometri juga menjawab aspirasi kader Posyandu. Sebelumnya dilaporkan kondisi peralatan yang banyak mengalami kerusakan salah satunya timbangan yang kurang akurat.
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
"Alhamdulilah di tahun ini ada alokasi anggaran yang dibelanjakan untuk kebutuhan peralatan Posyandu di kota Tangerang," kata dia.
Rusdi menyampaikan kepada kader Posyandu agar alat antropometri dapat dijaga, dirawat dan dimanfaatkan dengan baik.
Ia pun mengapresiasi kinerja kader Posyandu yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk masyarakat.
"Keinginan kami mendorong ditambahnya stimulan kader Posyandu, tahun 2020 sudah pernah kita dorong namun dihadapkan covid, mudah-mudahan ada keleluasaan anggaran bisa kita naikkan stimulan Posyandu," ungkap Rusdi.
Rusdi juga meminta kader Posyandu memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat, pasalnya melalui PHBS dapat mencegah berbagai macam penyakit termasuk mencegah stunting.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati, kader Posyandu memiliki peran membantu pemerintah dengan persuasif mengajak masyarakat menerapkan PHBS," katanya.
Diketahui bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah menyalurkan alat antropometri ke 1.092 Posyandu di Kota Tangerang.
Antropometri Kit merupakan alat yang berfungsi untuk mendeteksi stunting pada anak, melalui pengukuran dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak yang secara valid dan akurat.
Kepala Dinkes, Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni mengungkapkan alat ukur atau antropometri kit yang disalurkan berupa digital baby scale atau timbangan bayi digital, stadiometer atau alat ukur tinggi badan, infantometer atau alat ukur panjang badan, timbangan injak digital, metline atau alat ukur lingkar lengan atas dan lingkar kepala serta tas antropometri kit.
Dengan ini, seluruh Posyandu telah memiliki alat ukur yang berstandar Kementerian Kesehatan. Dimana sebelumnya masih menggunakan alat lama. Ini sebagai upaya menurunkan angka stunting, yang dimana memerlukan data yang benar sehingga tepat sasaran dalam memberikan intervensi.
"Saat pengukuran bayi lebih standar, maka barometer pengukuran stunting dengan tinggi atau berat tubuh bisa lebih tepat. Jadi jangan sampai kita bilang stunting, tapi ternyata cara mengukurnya yang kurang tepat," jelas dr Dini. ** (Jhn)

















