- Menkop Apresiasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Purworejo
- Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi
- Bukti Pelayanan Publik yang Bersih dan Akuntabel, Kantah Kota Denpasar Raih Predikat WBBM
- Menteri Nusron Tawarkan Skema HGB di Atas HPL Pemprov DKI Jakarta untuk Amakan Aset Pemerintah dan Lindungi Masyarakat
- Menteri Nusron Ungkap Kontribusi ATR/BPN terhadap Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp3,9 Triliun di 2025
- Wamen Ossy Dukung GALANG RTHB sebagai Langkah Strategis Pembangunan Berkelanjutan
- Serahkan 3.922 Sertipikat Aset Pemprov DKI Jakarta, Menteri Nusron: Selamatkan Aset Negara Senilai Rp102 Triliun
- Pemkab Barito Utara Atur Jam Kerja Selama Puasa, Pelayanan Tetap GASPOL
- Mudik Aman Berbagi Harapan, BUMN Fasilitasi Transportasi Gratis Lebaran 2026
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
Anggota DPRD Sebut Pemberian Antropometri Mudahkan Kerja Kader Posyandu

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menyebutkan pemberian Antropometri memudahkan kader Posyandu
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Anggota DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menyebutkan pemberian Antropometri memudahkan kader Posyandu dalam melakukan tugasnya yakni pengukuran berat dan tinggi badan anak.
"Antropometri kit merupakan upaya Pemkot Tangerang dalam mendeteksi stunting pada anak. Mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk Posyandu dan masyarakat," ujar Rusdi saat menghadiri pemberian alat Antropometri kepada Posyandu di RW 04 Kelurahan Sukaasih Kecamatan Tangerang beberapa waktu lalu.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pemberian antropometri juga menjawab aspirasi kader Posyandu. Sebelumnya dilaporkan kondisi peralatan yang banyak mengalami kerusakan salah satunya timbangan yang kurang akurat.
Baca Lainnya :
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Pembangunan Flyover Sudirman dan Batuceper Solusi Mengatasi Kemacetan
"Alhamdulilah di tahun ini ada alokasi anggaran yang dibelanjakan untuk kebutuhan peralatan Posyandu di kota Tangerang," kata dia.
Rusdi menyampaikan kepada kader Posyandu agar alat antropometri dapat dijaga, dirawat dan dimanfaatkan dengan baik.
Ia pun mengapresiasi kinerja kader Posyandu yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk masyarakat.
"Keinginan kami mendorong ditambahnya stimulan kader Posyandu, tahun 2020 sudah pernah kita dorong namun dihadapkan covid, mudah-mudahan ada keleluasaan anggaran bisa kita naikkan stimulan Posyandu," ungkap Rusdi.
Rusdi juga meminta kader Posyandu memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat, pasalnya melalui PHBS dapat mencegah berbagai macam penyakit termasuk mencegah stunting.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati, kader Posyandu memiliki peran membantu pemerintah dengan persuasif mengajak masyarakat menerapkan PHBS," katanya.
Diketahui bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) yang telah menyalurkan alat antropometri ke 1.092 Posyandu di Kota Tangerang.
Antropometri Kit merupakan alat yang berfungsi untuk mendeteksi stunting pada anak, melalui pengukuran dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak yang secara valid dan akurat.
Kepala Dinkes, Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni mengungkapkan alat ukur atau antropometri kit yang disalurkan berupa digital baby scale atau timbangan bayi digital, stadiometer atau alat ukur tinggi badan, infantometer atau alat ukur panjang badan, timbangan injak digital, metline atau alat ukur lingkar lengan atas dan lingkar kepala serta tas antropometri kit.
Dengan ini, seluruh Posyandu telah memiliki alat ukur yang berstandar Kementerian Kesehatan. Dimana sebelumnya masih menggunakan alat lama. Ini sebagai upaya menurunkan angka stunting, yang dimana memerlukan data yang benar sehingga tepat sasaran dalam memberikan intervensi.
"Saat pengukuran bayi lebih standar, maka barometer pengukuran stunting dengan tinggi atau berat tubuh bisa lebih tepat. Jadi jangan sampai kita bilang stunting, tapi ternyata cara mengukurnya yang kurang tepat," jelas dr Dini. ** (Jhn)

















