- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
Aktivis 98 Tegaskan Tolak Penundaan Pemilu Dan 3 Periode Masa Jabatan Presiden.
Diskusi yang digelar oleh KDA 98 mengangkat tema \"Dampak Penundaan Pemilu Pada Demokrasi, Hukum, Sosial, Politik, dan Budaya\"

Keterangan Gambar : Aksi Masa
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Aktivis 98 yang tergabung dalam Konsolidasi Demokrasi Aktivis 98 masih terus menyuarakan penolakan terhadap penundaan pemilu dan 3 periode masa jabatan presiden Jokowi. Ini terlihat dari tema diskusi yang akan digelar sore ini (5/4) di Mako Coffee Jakarta dibilangan Mampang, Jakarta Selatan.
Diskusi yang digelar oleh KDA 98 mengangkat tema "Dampak Penundaan Pemilu Pada Demokrasi, Hukum, Sosial, Politik, dan Budaya" yang dimoderatori oleh Febby Lintang, Pijar Indonesia dan pengantar diskusi oleh, Embay S, FKSMJ.
Juru bicara KDA, Agung Nugroho menjelaskan bahwa diskusi ini dilakukan sebagai warning kepada pihak-pihak yang selama ini masih terus berupaya merusak tatanan demokrasi yang ada saat ini dengan terus berupaya untuk menunda pemilu 2024 dan berusaha memperpanjang kekuasaan presiden sampai 3 periode.
"KDA 98 sangat memahami konstelasi politik hari ini dimana para elite politik masih berkonsolidasi dan berupaya untuk melakukan penundaan pemilu 2024 karena takut akan terjadinya perubahan dan ingin terus mempertahankan kekuasaan yang selama ini dipegang oleh elite politik" ujar Agung, aktivia 98 asal KOMRAD, kampus IISIP.
Agung juga menjelaskan bahwa di sisi lain, ada sekelompok elemen masyarakat yang berusaha untuk mempertahankan kedekataannya dengan kekuasaan sehingga terus melakukan kampanye 3 periode untuk jabatan presiden.
"Demi mempertahankan kedekatannya pada penguasa, maka terus dikampanyekan 3 periode jabatan presiden Jokowi" tambah Agung.
Agung mengingatkan, bahwa baik elite politik yang menggalang penundaan pemilu maupun sekelompok masyarakat yang mendorong 3 periode jabatan presiden Jokowi sama-sama mengkhianati hasil perjuangan Reformasi 1998.
"Membatasi masa jabatan presiden dan menjamin demokrasi berjalan secara baik, sehat, dan terbuka adalah tuntutan perjuangan reformasi 98, mereka yang ingin merubahnya jelas adalah pengkhianatan" tegas Agung.
Untuk itulah, Agung menambahkan. KDA 98 akan terus mengingatkan dan terus menyuarakan penolakan terhadap penundaan pemilu dan 3 periode perpanjangan jabatan presiden Jokowi dan akan menjaga hasil perjuangan Reformasi 1998 yaitu demokrasi yang baik, sehat dan terbuka untuk tetap berjalan.

.jpg)

.jpg)






.jpg)






