- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
Aksi Solidaritas Aktivis Tangerang Raya Hak Atas Tanah di Rempang

Keterangan Gambar : Aktivis yang tergabung dalam "Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang" menggelar aksi solidaritas.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Dalam rangka mendukung perjuangan masyarakat dalam mempertahankan Tanah Adat atau Hak Atas Tanah yang ditempati di Rempang Galang Batam Kepulauan Riau. Aktivis yang tergabung dalam "Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang" menggelar aksi solidaritas di Tugu Adipura dan Gedung DPRD Kota Tangerang. Rabu, (13/09/23).
Aksi solidaritas yang melibatkan puluhan masa aksi dari Aktivis, Penggiat Sosial dan Mahasiswa Kota Tangerang tersebut guna menyampaikan aspirasi dan rasa prihatin atas persoalan unjuk rasa yang berbuntut ricuh dari penolakan masyarakat terhadap pemerintah terkait rencana pengosongan lahan yang akan dijadikan kawasan Rempang Eco City sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Salahsatu Koordinator Aksi Saipul Basri membenarkan, aksi solidaritas yang digelar sebagai bentuk kepedulian, dukungan moril dan perhatian terhadap masyarakat Rempang Galang Kota Batam.
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
Selanjutnya, aksi ini juga mencerminkan pandangan bahwa penderitaan yang dialami oleh masyarakat Melayu di satu daerah dapat dirasakan oleh masyarakat Melayu di daerah lainnya.
"Aksi kawan- kawan ini merupakan bentuk dukungan terhadap perjuangan masyarakat Rempang Galang dalam mempertahankan Tanah Adat dan Hak Atas Tanah yang saat ini mereka tempati," ujar Marsel sapa akrabnya.
Marcel pun menambahkan bahwa, selama aksi ada petisi yang ditandatangani sebagai bentuk dukungan kepada mereka di Rempang-Galang.
“Kita juga melakukan penandatangan dukungan dari berbagai elemen masyrarakat, bentuk dukungan saudara-saudara kita di Rempang-Galang, karena duka mereka duka kita” tukasnya.
Dalam menyuarakan aspirasi terhadap isu nasional yang terjadi di depan Gedung DPRD Kota Tangerang, masa aksi pun menyampaikan isu lokal terkait penggusuran di Cibodas Kota Tangerang yang sampai saat ini warga belum mendapatkan hunian yang layak.
Namun, dalam menyampaikan aspirasinya Anggota DPRD Kota Tangerang enggan menemui. Hal tersebut membuat masa aksi kecewa.
" Aksi petisi ini kami berharap adanya dukungan moral atau sikap wakil rakyat terhadap konflik remang galang, namun kami kecewa karena tidak ada yang berani keluar untum bertemu masa aksi," tandas Marcel. ** (Jhn)







.jpg)


.jpg)





