- Menkop Apresiasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Festival Kopdes Merah Putih 2026 di Purworejo
- Percepat Penyelesaian Kasus Tanah Transmigrasi di Kalsel, Kementerian ATR/BPN Pimpin Mediasi Bahas Nilai Ganti Rugi
- Bukti Pelayanan Publik yang Bersih dan Akuntabel, Kantah Kota Denpasar Raih Predikat WBBM
- Menteri Nusron Tawarkan Skema HGB di Atas HPL Pemprov DKI Jakarta untuk Amakan Aset Pemerintah dan Lindungi Masyarakat
- Menteri Nusron Ungkap Kontribusi ATR/BPN terhadap Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp3,9 Triliun di 2025
- Wamen Ossy Dukung GALANG RTHB sebagai Langkah Strategis Pembangunan Berkelanjutan
- Serahkan 3.922 Sertipikat Aset Pemprov DKI Jakarta, Menteri Nusron: Selamatkan Aset Negara Senilai Rp102 Triliun
- Pemkab Barito Utara Atur Jam Kerja Selama Puasa, Pelayanan Tetap GASPOL
- Mudik Aman Berbagi Harapan, BUMN Fasilitasi Transportasi Gratis Lebaran 2026
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
Aksi Solidaritas Aktivis Tangerang Raya Hak Atas Tanah di Rempang

Keterangan Gambar : Aktivis yang tergabung dalam "Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang" menggelar aksi solidaritas.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Dalam rangka mendukung perjuangan masyarakat dalam mempertahankan Tanah Adat atau Hak Atas Tanah yang ditempati di Rempang Galang Batam Kepulauan Riau. Aktivis yang tergabung dalam "Gerakan Solidaritas Masyarakat Tangerang" menggelar aksi solidaritas di Tugu Adipura dan Gedung DPRD Kota Tangerang. Rabu, (13/09/23).
Aksi solidaritas yang melibatkan puluhan masa aksi dari Aktivis, Penggiat Sosial dan Mahasiswa Kota Tangerang tersebut guna menyampaikan aspirasi dan rasa prihatin atas persoalan unjuk rasa yang berbuntut ricuh dari penolakan masyarakat terhadap pemerintah terkait rencana pengosongan lahan yang akan dijadikan kawasan Rempang Eco City sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Salahsatu Koordinator Aksi Saipul Basri membenarkan, aksi solidaritas yang digelar sebagai bentuk kepedulian, dukungan moril dan perhatian terhadap masyarakat Rempang Galang Kota Batam.
Baca Lainnya :
- Cepat Layani Aduan Masyarakat, Karo Humas dan Protokol ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis
- Kementerian ATR/BPN Pastikan Masyarakat Tetap Mendapatkan Pelayanan Pertanahan Pascabencana Hidrometeorologi
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
Selanjutnya, aksi ini juga mencerminkan pandangan bahwa penderitaan yang dialami oleh masyarakat Melayu di satu daerah dapat dirasakan oleh masyarakat Melayu di daerah lainnya.
"Aksi kawan- kawan ini merupakan bentuk dukungan terhadap perjuangan masyarakat Rempang Galang dalam mempertahankan Tanah Adat dan Hak Atas Tanah yang saat ini mereka tempati," ujar Marsel sapa akrabnya.
Marcel pun menambahkan bahwa, selama aksi ada petisi yang ditandatangani sebagai bentuk dukungan kepada mereka di Rempang-Galang.
“Kita juga melakukan penandatangan dukungan dari berbagai elemen masyrarakat, bentuk dukungan saudara-saudara kita di Rempang-Galang, karena duka mereka duka kita” tukasnya.
Dalam menyuarakan aspirasi terhadap isu nasional yang terjadi di depan Gedung DPRD Kota Tangerang, masa aksi pun menyampaikan isu lokal terkait penggusuran di Cibodas Kota Tangerang yang sampai saat ini warga belum mendapatkan hunian yang layak.
Namun, dalam menyampaikan aspirasinya Anggota DPRD Kota Tangerang enggan menemui. Hal tersebut membuat masa aksi kecewa.
" Aksi petisi ini kami berharap adanya dukungan moral atau sikap wakil rakyat terhadap konflik remang galang, namun kami kecewa karena tidak ada yang berani keluar untum bertemu masa aksi," tandas Marcel. ** (Jhn)

















