- Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan
- Hadapi Ketidakpastian Global, Bank Jakarta Percepat Transformasi Digital dan Penguatan Risiko
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
- Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen
- Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
Aksi Mahasiswa Jilid 3, Mahasiswa Sebut Pemkab Tangerang Tidak Bertanggung Jawab

Keterangan Gambar : Mahasiswa yang tergabung dalam SOMASI saat melakukan aksi unjuk rasa maraknya pelanggaran Perbup No.12 THN 2022
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Solidaritas Mahasiswa Demokrasi (SOMASI) bersama masyarakat melakukan aksi jilid 3 di jalan Raya Tanjung Pasir, Teluknaga kab. Tangerang pada Rabu, (27/09/2023).
Diketahui bahwa aksi hari ini merupakan ke 3 kalinya yang dilakukan oleh SOMASI dalam menyikapi maraknya pelanggaran Perbup no 12 tahun 2022.
Sebelumnya SOMASI berupaya melakukan upaya dialog dengan PJ Bupati Tangerang di Kantor Pemda Tigaraksa kab. Tangerang. Namun, mahasiswa tidak dapat bertemu dengan petinggi daerah tersebut dan memutuskan untuk aksi di tempat.
Baca Lainnya :
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
- Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
Koordinator Aksi Kholid Safei mengatakan bahwa, upaya dialogis belum diterima dengan baik oleh PJ Bupati. "Maka kami aksi di tempat sebagai bentuk kekecewaan masyarakat ". Kata Koordinator Aksi.
Lebih lanjut peserta aksi terdiri dari mahasiswa, pelajar, pemuda dan masyarakat setempat.
"Ada masyarakat, pelajar, pemuda dan mahasiswa. Kami solid dan akan mengawal Korban". Ungkapnya.
Masih di lokasi yang sama, Yanto Humas SOMASI menuturkan bahwa aksi ditutup dengan do'a dan Takziah ke rumah korban.
"Aksi ke 3 ini kami tutup dengan Do'a bersama untuk korban yang meninggal. Juga melakukan takziah ke rumah keluarga sebagai bentuk persaudaraan. " Pungkasnya.
Terakhir, mahasiswa menyayangkan belum adanya tuntutan yang dipenuhi oleh penangungjawab. Bahkan diketahui, pihak pemerintah setempat belum ada yang memberikan santunan. Tutupnya.Jhn

















