- Tokoh Koperasi dan Jurnalis Senior Irsyad Muchtar Wafat, Dunia Perkoperasian Berduka
- Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
- Yayasan Bisa Miliki SHM, Menteri Nusron Imbau Organisasi Keagamaan Tertibkan Aset Pesantren
- Setahun Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan Memimpin Majalengka : Merawat Harapan, Menjaga Arah
- Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian
- PRSI dan PT Filosi Exider Inovasi Jajaki Kolaborasi Pengembangan Robotika di NTT
- Rebranding BRI Life: Wajah Baru, Semangat Baru Perkuat Perlindungan Keluarga Indonesia
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
- Tak Bisa Andalkan TPA! HPSN 2026, DLH Majalengka Gaspol Bentuk 26 Bank Sampah Desa
- Rekomendasi Menu Berbuka Sehat Ramadan 1447 H Tahun 2026
AI Mengubah Dunia Jurnalisme: Peluang Efisiensi vs Ancaman Keberlanjutan Media di 2026

Keterangan Gambar : Ilustrasi. istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM Bandung,2 Februari 2026 – Kecerdasan buatan (AI) semakin meresap ke dalam praktik jurnalisme, baik di Indonesia maupun secara global. Di satu sisi, AI menjadi alat bantu powerful untuk mempercepat kerja redaksi; di sisi lain, ia memicu kekhawatiran serius terhadap trafik media, etika, dan keberlanjutan industri pers.
Di Indonesia, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti fenomena "zero click" dalam acara Retreat PWI di Bogor akhir Januari 2026. Publik kini cukup membaca ringkasan berita yang dihasilkan AI di mesin pencari tanpa mengunjungi situs media asli, sehingga menggerus pendapatan iklan dan kunjungan portal berita.
"Ini berdampak langsung pada keberlanjutan industri pers," ujar Nezar, seraya menekankan pentingnya menjaga pilar jurnalisme: laporan lapangan langsung, analisis mendalam, dan cerita manusiawi (human stories).
Baca Lainnya :
- Setahun Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan Memimpin Majalengka : Merawat Harapan, Menjaga Arah
- Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
- Tak Bisa Andalkan TPA! HPSN 2026, DLH Majalengka Gaspol Bentuk 26 Bank Sampah Desa
- Rekomendasi Menu Berbuka Sehat Ramadan 1447 H Tahun 2026
Dewan Pers dan organisasi seperti AJI menegaskan AI hanya boleh sebagai alat bantu, bukan pengganti jurnalis. Penggunaan harus transparan, dengan label jika AI terlibat, serta tetap di bawah kontrol manusia penuh untuk menjaga akurasi, verifikasi, dan etika. Pedoman penggunaan AI dalam karya jurnalistik telah dirilis, meski ada kritik soal kelemahannya dalam regulasi.
Banyak jurnalis Indonesia memanfaatkan AI untuk transkripsi wawancara, riset data, brainstorming ide, hingga draft awal berita. Program pelatihan, termasuk kunjungan ke Inggris akhir Januari 2026 yang diikuti media seperti IDN Times, fokus pada penggunaan AI bertanggung jawab untuk melawan misinformasi.
Secara global, laporan Reuters Institute "Journalism, Media, and Technology Trends and Predictions 2026" menyebut AI semakin "menekan" (squeeze) media tradisional bersama munculnya creator economy. Newsroom beralih ke konten orisinal, mendalam, dan berbasis otoritas, dengan prioritas pada reporting lapangan dan personalisasi. Survei menunjukkan mayoritas jurnalis menggunakan AI secara rutin untuk tugas pendukung seperti analisis data, headline generation, dan deteksi fake news, tapi tetap dengan pengawasan ketat.
Meski AI tidak akan menggantikan jurnalis sepenuhnya—karena fakta dan empati tetap butuh sentuhan manusia—tahun 2026 diprediksi sebagai titik balik: media yang adaptif dan etis akan bertahan, sementara yang bergantung konten generik berisiko tertinggal. Tantangan terbesar: menjaga kredibilitas di tengah banjir informasi AI-generated.















