- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
Ahmat Dardiri: Angkat Bicara Akibat Jembatan Tak Kunjung Dibangun Jalan Macet di Pusat Kota Sutojayan
Ahmat Dardiri: Angkat Bicara Akibat Jembatan Tak Kunjung Dibangun Jalan Macet di Pusat Kota Sutojayan

Keterangan Gambar : pemandangan kemacetan akibat belum di bangkunya jembatan
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Jalanan macet di pusat kota Kecamatan Sutojayan terkesan terabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Ini terjadi paska dibongkarnya jembatan di Sutojayan karena pelebaran normalisasi Kali Bogel, dan hingga tahun 2022 belum ada solusi membuatkan jembatan alternatif, ini memperparah keadaan. Padahal itu adalah jalur lingkar yang sangat vital. Hal ini diungkapkan Ahmad Dardiri tokoh masyarakat Sutojayan.
Dardiri yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Blitar dan pernah duduk di Komisi III angkat bicara, pasalnya merasa gerah.
"Setiap hujan Pertigaan SD Kalipang 01 selalu macet oleh motor dan mobil yang mengantar anak sekolah. Maklum disitu kawasan SMAN, MTs Maarif Nurul Ulum, SMPN 01, SMPN 02, SDN Kalipang 01, Mts Miftachul Ulum, MA Trisula "TUMPLEK BLEK" disitu,"ungkap Dardiri.
Baca Lainnya :
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
Dardiri juga menyebut pertigaan itu kalau tidak ada relawan yang membantu, polisi sangat kuwalahan mengatasinya. "Apalagi saat ini jembatan kali Bogel merupakan satu-satunya penghubung antara Sutojayan - Kademangan, setelah Jembatan kali Bogel di Sutojayan diputus, dan tidak segera dibangun jembatan pengganti, lengkap sudah, anak - anak sekolah harus nunggu macet hingga jam 07.20 WIB dan terpaksa telat masuk sekolah," tegasnya
Selanjutnya kepada wartawan Ahmad Dardiri mengungkapkan. "Harapan kami, Mbok ya o, yang jadi Pejabat, jadi anggota DPRD Kabupaten Blitar, memperhatikan hal ini, alih-alih menambah jembatan baru, jembatan yang di putus itu segera di bangun lagi, supaya ada alternatif, jika di jembatan utama macet, apalagi jembatan utama ini lebarnya sudah tidak memadai. Jangan juga alasan belum ada anggaran...., itu hanya mengada ada.., kalau ada kemauan..., pasti bisa," bebernya
Sekali lagi, bukan soal anggaran, " Tapit inggal kemauan pejabat terkait, Bupati dan DPRD Kabupaten Blitar, masak hari gini, di kota Sutojayan anak sekolah harus telat karena mace, dan macetnya karena nhgak ada jembatan alternatif..., nggak ada jembatan alternatif, karena nggak ada kemauan pejabat nya.... Sekali lagi, kita bukan apa-apa, hanya demi keberlangsungan anak-anak generasi kita yang akan datang," pungkasnya.
Diberitakan media ini sebelumnya Komisi III juga pernah melihat langsung kondisi jembatan dimaksud bersama OPD terkait Dinas PUPR, untuk membuat jembatan membutuhkan anggaran 12 milyart rupiah, namun pekerjaan baru bisa dimulai pada tahun 2023. (za/mp)

















