- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Warga Permata Resah Rencana Pembangunan Gedung Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM Kab Tangerang - Warga RW 20 dan warga RW 22 Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang mengaku resah rencana pembangunan gedung sekolah. Pasalnya lokasi tanah yang akan di bangun gedung sekolah tersebut merupakan danau untuk penampungan air saat musim hujan.
Lokasi tanah tersebut persis di belakang perumahan Permata yang selama ini menjadi tandon air seluas satu hektar lebih dan rencana akan di bangun gedung sekolah seluas 6.000 meter persegi.
Ali Ketua RT 05/22 Desa Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Rabu (1/1/2025) merasakan keresahan rencana pembangunan gedung sekolah tersebut lantaran dirinya khawatir jika di bangun gedung pastinya air akan mengalir ke rumah warga dan banjir pasti melanda.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
"Gimana ga banjir pak belum ada bangunan aja air masih tumpah ke rumah warga saat musim hujan, danau tidak bisa menampung, karena kalau hujan air dari perumahan Puri Agung mengalir ke danau ini," katanya.
Ia menambahkan, semestinya pemerintah melihat dulu cek ricek terkait lingkungan yang akan di bangun walaupun baru perencanaan. "Infonya sih lahan tersebut sudah dilakukan tahap pembayaran tinggal pelunasannya aja," ujarnya.
"Kami bukan menolak program pemerintah terkait pendidikan, tapi yang bener aja membangun sekolah di danau tempat pembuangan air, pembangunan gedung sekolah tersebut katanya sih buat Sekolah Dasar (SD)," tambahnya.
Merasakan yang sana, salah satu warga Desa Gelam Jaya merasa khawatir rencana pembangunan sekolah SD tersebut. "Gimana tidak khawatir pak orang tempat tinggal saya persis dengan perbatasan danau tersebut yang setiap saat air bisa masuk ke rumah jika turun hujan, apalagi ada bangunan nanti," keluhnya dengan cemas.
Sementara Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Perjuangan Rakyat Jelata (Barata) Ali Farham meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang mengkaji ulang terkait perencanaan pembangunan gedung SD di atas penyimpanan air.
"Semestinya pihak Pemerintah melakukan pengecekan lahan yang akan di jadikan gedung pendidikan, layak tidaknya harus benar - benar di kaji, jangan sampai merugikan warga sekitar, terlebih tempat tersebut sebagai penampungan air hujan," katanya. ** (Nan)

















