Breaking News
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
- Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
- Sosialisasi Regulasi tentang Organisasi dan Tata Kerja, Sekjen ATR/BPN Tekankan Empat Pesan Strategis
- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
Wagub : Bank Jatim siap Jadi Mitra Bumdes Bantu Permodalan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes ) sangat dibutuhkan sebagai wadah untuk menampung semua hasil pertanian dan juga peternakan, mengingat potensi keduanya berada di desa, adanya lembaga ini sangat diharapkan bisa membedah pasar global, bila Bumdes telah menguasai dan bisa membaca peluang pasar, maka selanjutnya tinggal satu langkah bagaimana agar lembaga mitra desa berjalan dan berkembang, yakni dengan kehadiran Pemprov Jatim yang bisa membantu permodalannya melalui Bank Jatim. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak saat membuka gelar Bimtek Intergrate Farm, Rabu (09/03/22) bertempat di Kampung Coklat desa Plosorejo Kademangan. Acara yang digelar oleh Perserikatan Bumdes Indonesia (PBI), yang mengambil tema 'Meracik Prospek dan Peluang Export Ragam Produk Pertanian', yang diikuti semua pengurus Bumdes se Kabupaten Blitar. "Kabupaten Blitar terkenal dengan pertanian dan peternakannya, untuk itu Bumdes harus difungsikan dengan tepat, Bumdes harus menguasai expor dan mengenali siapa pasarnya. selanjutnya, perlu didorong dengan permodalannya yakni melalui Bank Jatim," ungkap Emil. Acara ini melibatkan nara sumber Endro Hermono anggota Komisi IV DPR RI, Ade Wardana owner minaque Indonesia dan pejabat tehnis pemkab Blitar sebagai narasumber . Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. atau Emil Dardak kelahiran 20 Mei 1984, yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek sejak 17 Februari 2016 hingga 12 Februari 2019 ini, menyebut peran Bumdes yang dibangun memiliki perjuangan yang gigih dalam mendukung stabilitas perekonomian di tingkat desa, untuk itu lembaga ini harus mendapat posisi yang strategis yang dapat menerobos pasar expor. "Bumdes yang bekerjasama dengan perserikatan harus menata managemen didalam klinik Bumdes, pemetaan peluang pasar menuju expor yang harus mempertimbangkan kualitas barang yang harus dipersiapkan Bumdes," tandasnya. Secara terpisah Ana Luthfi selaku ketua panitia penyelenggara menyebutkan, secara luas Badan Usaha Milik Desa tidak saja berorientasi dalam lingkup regional nasional saja, namun semua jenis produknya bisa Go Internasional, dan jadi pionernya Blitar. Ia menyebut untuk menjadikan sebuah bangunan yang kuat tidak bisa melepaskan 6 sub sektor meliputi hasil pangan, hortikultura, bidang sektor perikanan, perkebunan, sektor perhutanan, serta bidang peternakan. "Masalah pertanian ini sangat komplek dan krusial, tidak hanya bicara padi jagung, tapi bagaimana kita ini bisa membangun koneksi secara intergratif menuju kekuatan yang jadi fundamental Bumdes," tegasnya Sedangkan Mohamad Iskandar sebagai ketua PBI Kabupaten Blitar, Bimtek Bumdes ini bisa berkelanjutan, peserta memiliki bekal untuk pengetahuan menata managemen pengembangan Bumdes di setiap desanya, mampu mengelola, mengoptimalkan semua potensi yang ada, Bumdes jadi kekuatan baru bagi peningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. "Setelah ini kita akan evaluasi ke bawah melakukan pemetaan sesuai kondisi Bumdes yang ada untuk menyesuaikan dengan potensi dimiliki oleh masing - masing desa,"tukas Iskandar. (za/mp)

















