- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
Tak Lolos Peserta Pemilu 2024, Partai Ummat Akan Melawan

Megapolitanpos.com, Jakarta - Partai Ummat, Partai Besutan Amien Rais menjadi satu-satunya partai baru yang disingkirkan oleh KPU atas pesanan kekuatan besar, Kami mendapatkan informasi A1 yang valid bahwa pada tanyyal 14 Desember 2022 seluruh partai baru dan partai non parlemen akan diloloskan oleh KPU, kecuali Partai Ummat.
Demikian diungkapkan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Prof, Dr Amien Rais dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Ummat di Jakarta, Selasa(13/12/2022).
Menurutnya keputusan yang akan dikeluarkan oleh KPU ini sanyat bias dan penuh kejanggalan yang tidak masuk akal. Terlebih kata Amien kita semua telah menyimak berita di beberapa media mainstream yang mensinyalir adanya manipulasi okeh KPU untuk meloloskan partai-partai tertentu.
Baca Lainnya :
" Nampaknya, atas perintah kekuatan politik yang besar, Partai Ummat di-sinyle-out au satusatunya yang disingkirkan, sehingga Partai Ummat tidak bisa mengikuti Pemilu 2024," ujar Amien yang didampingi Ketua umum Partai Ummat Ridho Rahmadi.
Untuk itu, katanya, Partai Ummat mengajukan 3 tuntutan sebagai berskut: Pertama, menuntut agar seluruh hasil verifikasi yang telah dilakukan uleh KPU terhadap partai-partai baru dan partai-partai non parlemen untuk segera diaudit oleh tim independen.
Kedua, menuntut agar seluruh hasil verifikasi adminisrasi yang telah dilakukan oleh
KPU terhadap partai-partai parlemen untuk juga diaudit secara independen dan dibuka seluas-luasnya kepada publik.
Ketiga, menuntut DKPP untuk segera memeriksa seluruh jajaran KPU Pusat terkait
adanya dugaan kuat intervensi yang dilakukan oleh KPU Pusat kepada KPU Provinsi
dan KPU Daerah, mengenai hasil verifikasi faktual di provinsi dan di daerah. Dan segera memberhentikan oknum-oknum yang melakukan pelanggaran.
" Kita adalah bangsa pejuang, nenek moyang kita adalah pejuang, apapun nantinya kita akan terus melawan kezaliman," kata Amien.
Terkait alasan Partainya tidak lolos dikarenakan proses Verifikasi Faktual, Ketum Ridho menjelaskan,bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar.
" Soal Verifikasi mudah saja, bandingkan saja bukti kami dilapangan, data kami lengkap, ada info dilapangan, ketika kami menyodorkan bukti bukti kurang di respon," katanya.
Amien Berharap kepada jajarannya di Pimpinan DPW, DPC untuk tidak boleh kendur, terus saja kita berjuang dan berdoa," tutupnya.(ASl/Red/MP).
















