- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
Dugaan Pemotongan Uang Transportasi Peserta Sosialisasi Bawaslu Kota Tangerang Mencuat

Keterangan Gambar : kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Diduga uang transportasi peserta kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 dipotong.
Acara tersebut di Gelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang,Kamis (3/10/2024) bertempat
Grand Soll Marina Hotel, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
Salah seorang peserta yang juga awak media, Agus Suhendra mengaku mendapatkan uang transport sebesar RP.220.000. Uang dalam amplop itu ia terima setelah menghadiri acara tersebut.
Selain mendapatkan uang transport , dalam kegiatan itu juga diberikan merchandise berupa topi dan tshirt.
Suhendra mengaku heran karena uang yang ia terima berbeda dengan peserta lainnya.
"Yang saya terima itu Rp.220 Ribu. Kawan saya malah beda, dia terima RP.230 Ribu. Jadi sebenarnya anggaran transport itu berapa," ujarnya usai kegiatan.
Ditempat terpisah Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Komarulloh menegaskan bahwa, terkait urusan anggaran itu telah diserahkan kepada Sekretariat Bawaslu. Dirinya mengaku hanya bertanggung jawab untuk mengundang media dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
“Soal anggaran, saya serahkan ke Sekretariat. Saya hanya mengundang media dan memastikan hak mereka diberikan dengan baik,” katanya.
Ia pun menegaskan, jika ada wartawan sebagai peserta sosialisasi yang merasa haknya belum terpenuhi, seperti uang transportasi sebesar Rp150 Ribu dan uang harian sebesar Rp85 Ribu.Total yang diterima peserta yaitu sebesar RP.235 Ribu. Maka, Komarulloh meminta kepada peserta untuk melaporkan kepada dirinya.
“Kalau ada yang merasa tidak sesuai, laporkan ke saya. Nanti saya tindak lanjuti ke Sekretariat. Jangan sampai hak kawan-kawan dipotong," imbuhnya.
Sementara diketahui dalam kegiatan Sosialisasi Pilkada Serentak itu, Bawaslu Kota Tangerang mengundang 15 organisasi wartawan di Kota Tangerang dan dihadiri narasumber dan ratusan peserta.
Acara ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Tangerang untuk memastikan Pilkada 2024 berjalan transparan dan dapat diakses oleh publik melalui pemberitaan media.(Frw/Jhn)
















