- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
- Hadiri Bayan Run 2026, Marsdya TNI Muzafar Gaungkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Kaltim.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
Dugaan Pemotongan Uang Transportasi Peserta Sosialisasi Bawaslu Kota Tangerang Mencuat

Keterangan Gambar : kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Diduga uang transportasi peserta kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 dipotong.
Acara tersebut di Gelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang,Kamis (3/10/2024) bertempat
Grand Soll Marina Hotel, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.
Baca Lainnya :
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
Salah seorang peserta yang juga awak media, Agus Suhendra mengaku mendapatkan uang transport sebesar RP.220.000. Uang dalam amplop itu ia terima setelah menghadiri acara tersebut.
Selain mendapatkan uang transport , dalam kegiatan itu juga diberikan merchandise berupa topi dan tshirt.
Suhendra mengaku heran karena uang yang ia terima berbeda dengan peserta lainnya.
"Yang saya terima itu Rp.220 Ribu. Kawan saya malah beda, dia terima RP.230 Ribu. Jadi sebenarnya anggaran transport itu berapa," ujarnya usai kegiatan.
Ditempat terpisah Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Komarulloh menegaskan bahwa, terkait urusan anggaran itu telah diserahkan kepada Sekretariat Bawaslu. Dirinya mengaku hanya bertanggung jawab untuk mengundang media dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
“Soal anggaran, saya serahkan ke Sekretariat. Saya hanya mengundang media dan memastikan hak mereka diberikan dengan baik,” katanya.
Ia pun menegaskan, jika ada wartawan sebagai peserta sosialisasi yang merasa haknya belum terpenuhi, seperti uang transportasi sebesar Rp150 Ribu dan uang harian sebesar Rp85 Ribu.Total yang diterima peserta yaitu sebesar RP.235 Ribu. Maka, Komarulloh meminta kepada peserta untuk melaporkan kepada dirinya.
“Kalau ada yang merasa tidak sesuai, laporkan ke saya. Nanti saya tindak lanjuti ke Sekretariat. Jangan sampai hak kawan-kawan dipotong," imbuhnya.
Sementara diketahui dalam kegiatan Sosialisasi Pilkada Serentak itu, Bawaslu Kota Tangerang mengundang 15 organisasi wartawan di Kota Tangerang dan dihadiri narasumber dan ratusan peserta.
Acara ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Tangerang untuk memastikan Pilkada 2024 berjalan transparan dan dapat diakses oleh publik melalui pemberitaan media.(Frw/Jhn)









.jpg)






