- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- 35 Siswa SMAN 14 Jakarta Ikuti Sosialisasi Robotika untuk Negeri dari PRSI
- Hadir Pada RKPD 2027, Waket I DPRD Tegaskan Pentingnya Sinergi Antara Eksekutif dan Legislatif
- Forum Perangkat Daerah RKPD 2027 Resmi Dibuka, Tekankan Sinergi dan Efektivitas Program
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- Menkop Dorong Polri Perkuat Sinergi Sukseskan Kopdes Merah Putih
- Presiden Anugrahkan Bintang Jasa hingga Satyalancana Wira Karya kepada Penggerak MBG dan Rantai Pasok SPPG Polri
- MI Al-Furqon Menggelar Kegiatan Tarhib Ramadhan Tahun 1447 H
- HPN 2026 dan HUT PWI ke 80 : Adityawarman Adil Apresiasi Peluncuran Ambulans PWI Kota Bogor
- Tarhib RamadhanTPA Arrahman Kalibata, Pawai Bareng Orangtua Santri
Refleksi HPN, Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Satpol PP Kota Tangerang

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Puluhan wartawan yang mengatasnamakan Front Jurnalis Tangerang Bergerak, yaitu Forum Wartawan Tangerang (FORWAT), Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) dan Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI,) Korwil Tangkot mengerduk Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Selasa (26/2/2024).
Sambil membentakan poster dan spanduk, dalam orasinya para pekerja media itu menilai kinerja Kasatpol PP, Wawan Fauzi tidak transparan dalam memberi informasi kepada awak media.
Koordinator Aksi, Andi Lala mengatakan bahwa, aksi ke Kantor Satpol PP tersebut adalah kali kedua dan kali ini bertepatan dengan refleksi hari pers nasional (HPN) tahun 2024.
Baca Lainnya :
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
- Tarhib RamadhanTPA Arrahman Kalibata, Pawai Bareng Orangtua Santri
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Dari Kampus ke Desa, 304 Taruna/i STPN Ambil Peran Menguatkan Data Tanah Masyarakat di Jawa Tengah
Menurut pria yang kerap disapa Lala, selain tidak transparan, lembaga publik yang di pimipin Wawan Fauzi itu juga gagap menyampaikan informasi kepada awak media , terutama pada saat dimintai klarifikasi soal perkara penegakan peraturan daerah (Perda) di Kota Tangerang.
"Sebelumnya juga kami sudah sampaikan dan aksi ini yang kedua. Kritikan kami masih tetap sama, soal sistem pelayanan informasi di Satpol PP Kota Tangerang bobrok,tidak kooperatif dan tidak transaparan, bahkan ini sama saja mengkebiri tugas kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," papar Lala usai orasi.
Lala berharap, aksinya kali ini menjadi masukan bagi lembaga Satpol PP Kota Tangerang untuk memperbaiki sistem pelayanan informasi kepada awak media.Jika tidak, Lala juga tidak akan bosan untuk kembali mengingatkan akan pentingnya informasi dan komunikasi di era keterbukaan informasi publik saat ini.
"Ya, kita tidak ada masalah dengan Kasatpol PP, tapi yang jadi masalah itu adalah soal sistem pelayan infromasi kepada awak media. Tidak koperatif dan tidak transaparan, jangan sampai gagal paham, jadikan kritikan ini sebagai perbaikan agar kedepan insitusi penegak Perda ini bisa menjalan Tupoksi lebih baik lagi," jelas Lala yang juga Ketua Forwat.
Usai menggelar orasi di depan Kantor Satpol PP, masa aksi kemudian melanjutkan aksi berjalan kaki (long march) menuju Gedung Puspem Kota Tangerang.
Para wartawan kembali menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Puspem Kota Tangerang dan selang berapa lama, masa aksi merangsek masuk ke Kantor Walikota tersebut dan diterima oleh PJ, Walikota Tangerang, Dr. Nurdin.
Pada kesempatan itu, PJ Walikota berjanji akan memperbaiki pelayanan informasi dan akan membuka saluran saluran informasi seperti halnya di Satpol PP.
Menurut Nurdin, sebagai Pilar ke empat Demokrasi wartawan dan pemerintah harus sejalan, sehingga bisa terciptanya good goverment.
"Ini menjadi PR kami, dan sesuai tuntutan rekan rekan wartawan maka ini akan kami perbaiki, kami akan buka saluran saluran infromasi seperti yang sudah ada," pungkasnya. (red/frwt)

















