- Mudik Aman Berbagi Harapan, BUMN Fasilitasi Transportasi Gratis Lebaran 2026
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
- Cepat Layani Aduan Masyarakat, Karo Humas dan Protokol ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis
- Melalui KKNP-PTLP, Taruna/i STPN Ikut Andil dalam Pemutakhiran Data Digital Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Pastikan Masyarakat Tetap Mendapatkan Pelayanan Pertanahan Pascabencana Hidrometeorologi
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
- 35 Siswa SMAN 14 Jakarta Ikuti Sosialisasi Robotika untuk Negeri dari PRSI
- Hadir Pada RKPD 2027, Waket I DPRD Tegaskan Pentingnya Sinergi Antara Eksekutif dan Legislatif
- Forum Perangkat Daerah RKPD 2027 Resmi Dibuka, Tekankan Sinergi dan Efektivitas Program
- Bupati Majalengka: Penerima Bansos Harus Terbuka, Stiker Dipasang untuk Pengawasan Bersama
Ratusan Guru Negeri Dan Swasta di Kota Tangerang Peringati Harkodia

Keterangan Gambar : Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dihadapan guru negeri dan swasta dalam peringatan Harkodia
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, mengawali pembukaan acara peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia Tingkat Kota Tangerang yang dikemas dalam acara "Peningkatan Kapasitas Pemahaman Anti Korupsi" dengan sebuah pantun jenaka.
"Mancing ikan teri pakai umpan nasi
Baca Lainnya :
- Mudik Aman Berbagi Harapan, BUMN Fasilitasi Transportasi Gratis Lebaran 2026
- Peringatan Keras Revolutionary Law Firm Akan Pengelolaan Lahan Hutan Perhutani Harus Bijak
- Cepat Layani Aduan Masyarakat, Karo Humas dan Protokol ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis
- Kementerian ATR/BPN Pastikan Masyarakat Tetap Mendapatkan Pelayanan Pertanahan Pascabencana Hidrometeorologi
- Geger Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel Kepala Desa di Majalengka
Sambil makan uli pakai ketan
Kota Tangerang bebas korupsi
Ciptakan pembangunan yang berkelanjutan," ujar wali kota dalam acara yang berlangsung di Ruang Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (07/11).
Dalam arahannya, Wali Kota Tangerang, menegaskan pentingnya integritas dalam memerangi praktik korupsi, seluruh masyarakat diharapkan dapat membangun komitmen untuk melawan tindakan tidak terpuji tersebut guna menciptakan peradaban yang berkualitas.

“Ini harus dimulai dari komitmen dan integritas, dan itu dimulai dengan bapak-ibu dalam mendidik anak-anak sejak usia dini bahkan hingga 20 tahun ke depan agar mampu membawa negara dan Kota Tangerang menuju Indonesia Emas,” ujar Arief, dihadapan 650 Para Guru Sekolah Negeri dan Swasta di Kota Tangerang.
Wali kota, juga menekankan, pentingnya kekuatan karakter Sumber Daya Manusia dalam membangun kota yang transparan dan akuntabel sehingga hasilnya dapat dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat.
“Karakter yang kuat dengan mengedepankan kejujuran dan integritas menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan yang diharapkan turut berdampak pada terwujudnya masyarakat yang sejahtera,” ucapnya.
Arief, juga mengatakan, peringatan ini sebagai bentuk refleksi agar kita dapat menanamkan nilai-nilai integritas dan kejujuran kepada generasi penerus sejak dini.
“Ayo tanamkan kejujuran dan integritas kepada anak-anak kita sejak dini, dimulai dari hal-hal kecil dari lingkup keluarga maupun sekolah, dan jadikan Hari Anti-Korupsi sebagai momentum untuk bersama-sama wujudkan Kota Tangerang yang bersih, adil, dan berintegritas," pungkasnya.
Dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia 2023, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengadakan peyuluhan hukum guna meningkatkan Kapasitas Pemahaman Anti Korupsi, diikuti 600 peserta terdiri dari Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah hingga para guru, di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Kamis (7/12/2023).
Peningkatan Kapasitas Pemahaman Anti Korupsi, dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, I Ketut Maha Agung, serta Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah beserta jajarannya.
Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Khusnul Fuad mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan pencerahan hukum, yang ditujukan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para peserta mengenai upaya pencegahan korupsi.
“Maka, guru menjadi peserta utama dalam kegiatan ini. Pasalnya, guru menjadi panutan ribuan siswa di Kota Tangerang yang akan tumbuh menjadi pemimpin dan penerus kemajuan Kota Tangerang nantinya. Pendidikan anti korupsi paling tepat diberikan sejak dini, salah satunya di dunia sekolah,” ungkap Khusnul.Adv

















