Ramadhan Guncang Kesadaran! Ade Duryawan: Puasa Lawan Nafsu, Hancurkan Keserakahan

By Sigit 23 Feb 2026, 15:55:45 WIB Jawa Barat
Ramadhan Guncang Kesadaran! Ade Duryawan: Puasa Lawan Nafsu, Hancurkan Keserakahan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Ade Duryawan, M.Pd,


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ramadhan bukan sekadar datang dan pergi sebagai rutinitas tahunan. Bagi Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Ade Duryawan, M.Pd, bulan suci ini adalah momentum dahsyat untuk mengguncang kesadaran, meruntuhkan keserakahan, dan membakar ego yang selama ini membelenggu manusia.

Dalam refleksi bertajuk "Menuju Makan Sejati", Ade yang juga Pembina Majlis Sabda Langit Arrahman menyebut puasa sebagai "kawah Candradimuka" pembentuk manusia berkarakter kuat dan berintegritas. Ia menegaskan, Ramadhan adalah ruang pembakaran hawa nafsu sekaligus ladang pembentukan kepedulian sosial.

"Puasa bukan cuma menahan lapar dan dahaga. Ini latihan perang melawan diri sendiri. Yang ditaklukkan bukan makanan, tapi nafsu," tegasnya lantang.

Baca Lainnya :

Ade mengutip budayawan Emha Ainun Najib yang menyebut puasa sebagai perjalanan "menuju makan sejati". Ia menjelaskan, yang dituju bukan sekadar berbuka saat azan magrib, melainkan kemampuan menahan diri dari kerakusan - baik dalam urusan perut, harta, maupun kekuasaan.

Menurutnya, menahan tidak makan itu mudah. Yang sulit adalah menahan nafsu untuk selalu merasa kurang dan ingin lebih.

"Puasa mengajarkan kita berhenti sebelum rakus. Mengambil secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya. Ini tamparan keras bagi budaya serakah dan konsumtif," ujarnya.

Ade bahkan menegaskan, nilai puasa harus menembus ruang-ruang kekuasaan. Ramadhan, katanya, adalah ujian moral bagi para pemimpin.

"Kalau puasa dijalankan dengan sungguh-sungguh, tidak akan lahir pemimpin yang rakus jabatan, menumpuk kekayaan, atau memonopoli kekuasaan. Puasa adalah benteng dari ketidakadilan dan penindasan," tandasnya.

Ia menilai, Ramadhan sejatinya adalah kritik terbuka terhadap mentalitas ingin menguasai segalanya - tanpa peduli hak orang lain. Momentum ini harus menjadi titik balik untuk kembali pada fitrah: hidup adil, sederhana, dan berpihak pada yang lemah.

"Semoga Ramadhan kali ini tidak berhenti di seremoni. Biarlah ia meledakkan kesadaran kita, menghancurkan keserakahan, dan mengantarkan kita benar-benar menuju 'makan sejati'," pungkasnya penuh penekanan. **  (Agit)




  • Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional

    🕔16:11:32, 23 Feb 2026
  • Ramadhan Guncang Kesadaran! Ade Duryawan: Puasa Lawan Nafsu, Hancurkan Keserakahan

    🕔15:55:45, 23 Feb 2026
  • Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih

    🕔05:14:05, 22 Feb 2026
  • Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat

    🕔20:07:11, 22 Feb 2026
  • Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian

    🕔16:15:40, 21 Feb 2026