- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Tokoh Koperasi dan Jurnalis Senior Irsyad Muchtar Wafat, Dunia Perkoperasian Berduka
- Perjuangan Kantah Kabupaten Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana
- Yayasan Bisa Miliki SHM, Menteri Nusron Imbau Organisasi Keagamaan Tertibkan Aset Pesantren
- Setahun Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan Memimpin Majalengka : Merawat Harapan, Menjaga Arah
- Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian
- PRSI dan PT Filosi Exider Inovasi Jajaki Kolaborasi Pengembangan Robotika di NTT
- Rebranding BRI Life: Wajah Baru, Semangat Baru Perkuat Perlindungan Keluarga Indonesia
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
- Tak Bisa Andalkan TPA! HPSN 2026, DLH Majalengka Gaspol Bentuk 26 Bank Sampah Desa
Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih

Keterangan Gambar : dok. BMKG
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,0 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026) pukul 20.30.59 WIB.
Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 7.03 Lintang Selatan dan 108.23 Bujur Timur, atau sekitar 22 kilometer selatan Kabupaten Majalengka, dengan kedalaman 18 kilometer.
BMKG menegaskan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga data masih bisa berubah seiring kelengkapan analisis.
Baca Lainnya :
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
- Setahun Eman Suherman - Dena Muhamad Ramdhan Memimpin Majalengka : Merawat Harapan, Menjaga Arah
- Hari Ketiga Puasa Ramadan 1447 H, Saatnya Perkuat Ibadah dan Ingat Kematian
- HPSN 2026, Majalengka Launching EMAS PKK: Emak-Emak Jadi Garda Terdepan Kelola Bank Sampah
- Tak Bisa Andalkan TPA! HPSN 2026, DLH Majalengka Gaspol Bentuk 26 Bank Sampah Desa
Meski tergolong gempa ringan dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan, getarannya sempat dirasakan sebagian warga. Nana, warga Majalengka, mengaku merasakan getaran saat tengah melaksanakan salat tarawih.
"Tadi terasa seperti ada getaran kecil, lantai seperti bergetar sebentar. Kejadiannya pas lagi tarawih. Beberapa jamaah juga sempat saling pandang, tapi tidak sampai panik," ujar Nana. Minggu, (22/02/2026)
Ia menambahkan, getaran hanya berlangsung singkat dan kondisi tetap aman sehingga ibadah kembali dilanjutkan seperti biasa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Majalengka dan sekitarnya. ** (Agit)
















