Breaking News
- DPRD Barito Utara dan Kemenkum Kalteng Sepakati Sinergi Pembentukan Produk Hukum
- DPRD Barito Utara Teken MoU dengan Kemenkum Kalteng, Perkuat Kualitas Produk Hukum
- H. Nurul Anwar Dorong Percepatan Infrastruktur untuk Keselamatan Warga Pendreh
- Parmana Setiawan Tekankan Penanganan Mendesak Longsor di Desa Pendreh
- Rosy Wahyuni Siap Kawal Aspirasi Warga Pendreh Terkait Longsor dan Jalan
- Patih Herman Dalam Reses, Serap Aspirasi Warga Terkait Perkuatan Tebing Di Desa Pendreh
- WFH Dipertanyakan, DPR Angkat Suara : Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan
- DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Kedamaian
- Sekretariat DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 Hijriah
- BKPSDM Majalengka Siap Lantik CPNS Jadi PNS, Momentum Awal Abdi Negara
Rahmat Santoso: Akan Produksi Masal Obat Herbal Atasi PMK di Kabupaten Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Tingkat keresahan masyarakat Kabupaten Blitar masih terus mengalir, pasalnya diketahui Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) yang mendera hewan ternak rakyat seperti sapi terus bertambah, termasuk hewan berkuku genap lainya babi, kerbau, dan kambing. Apalagi sebentar lagi bulan haji Idhul Qurban 1443 h. Namun kekhawatiran masyarakat akan hilang sebab telah ditemukan obat herbal untuk mengobati dan mencegah ternak sapi terserang wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), atas temuan racikan jamu herbal Wakil Bupati Blitar mendorong agar jamu herbal ini diproduksi massal para peternak sapi di Kabupaten Blitar.
Ungkapan ini disampaikan orang nomor 2 di Pemkab Blitar, Rahmat Santoso yang merespon positif penemuan formula tradisional yang bisa diracik sendiri menjadi obat herbal penangkal dan mengobati Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang konsep dasarnya pernah dibuat oleh paternak dari Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun.
“Dengan ramuan obat herbal itu sangat bagus ya, karena ada seorang peternak yang bisa menemukan obat PMK,” ungkap Rahmat Santoso kepada wartawan Jumat (24/6/2022).
Pejabat yang akrab disapa dengan sebutan Makdhe Rahmat juga meyebutkan, dengan temuan racikan obat herbal yang telah dibuktikan oleh peternak itu sendiri pihaknya mendukung sepenuhnya dan akan segera mengkoordinasikan dengan pejabat dinas terkait yakni Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Drs. Toha Mashuri untuk menindaklanjuti membahas temuan peternak yang sudah berhasil hewan ternaknya sembuh dari PMK.
“Karena infonya bisa mengobati dan mencegah PMK pada ternak sapi. Saya minta agar dinas terkait untuk melakukan pengecekan ke lokasi dimana tempat tinggalnya, yang katanya adalah warga Kelurahan Bajang termasuk koordinasi dengan Lurahnya,” ucapnya.
Diungkapkan lebih lanjut oleh Wabup Blitar jika hal itu terbukti kebenaranya obat herbal PMK temuan peternak Blitar ini terbukti mujarab, maka Pemerintah Kabupaten Blitar wajib mendorong bagaimana caranya agar obat anti PMK ini bisa di produksi massal untuk mengobati dan mencegah penyebaran PMK di Kabupaten Blitar.
“Dinas harus meneliti apa bahan bakunya, ino obat alami atau herbal yang benar aman harus diuji klinis, selanjutnya bagaimana bahannya murah dan mudah didapat apa tidak, jadi tidak ada alasan tidak menggunakannya untuk mengatasi wabah PMK pada ternak sapi,” tegas Wabup Rahmat Santoso.
Tidak ada kata terlambat untuk kebaikan bersama, demi membantu peternak agar hewan ternaknya selamat. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Blitar akan segera membahas soal obat herbal PMK ini dengan dinas terkait, bagaimana caranya agar bisa diproduksi banyak.
“Apapun peluang yang ada untuk mengatasi masalah yang meresahkan para peternak sapi ini harus didukung, agar secepatnya wabah PMK ini bisa teratasi di Kabupaten,” imbuhnya.
Dilain pihak Drs Toha Mashuri kepada wartawan Sabtu (25/06/22) dihubungi melalui pesan singkat Whatshap terkait bagaimana bila obat yang disebut sebut sebagai penangkal dan bisa menyembuhkan PMK, pihaknya mengatakan," Saya mempersilahkan peternak untuk memberikan ramuan alternatif untuk suporting hewan ternaknya agar tetap sehat dan meningkat imun hewan yang terindikasi kena serangan Penyakit PMK," ungkap Toha Mashuri.
Sumber data Dinas Peternakan saat ini Dinas telah melakukan pemberian vaksin PMK sudah mencapai kita 13.000 dosis alokasinya untuk sapi perah
dan mulai besok
akan dilaksanakan vaksinasinya oleh
tim petugas vaksin
KUD dan dengan pendampingan tim.
Heri peternak asal Kelurahan Bajang, ditanya pengalaman ditemukannya obat herbal PMK bermula dari ketidaksengajaan para peternak yang mulai resah atas terjadinya wabah PMK di Blitar terakhir ini
“Iya mas kami sangat resah, kami coba atasi PMK dari resep turun temurun dari bahan alami, bahanya ada empon-empon ditambah prebiotik dan air kelapa dicoba membuat obat herbal untuk PMK, alhamdulilah hasilnya sapi saya sembuh,"ungkap Heri
Pengalaman pembuatan obat herbal PMK ini, ada 13 macam bahan baku alami, kami berharap hasil experimen kami ini benar benar mendapat respon Bupati dan Wakil Bupati bagaimana agar temuan kami ini bisa dibantu pengembangan produksi lebih banyak,"pungkasnya.(za/mp).

















