Breaking News
- Biro SDM Polda Metro Jaya Jalin Kerjasama dengan Empat Perguruan Tinggi
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Paripurna III DPRD Barito Utara, Bupati Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Lima Raperda
- Anggota DPRD Barito Utara Semarakkan Safari Ramadhan di Lahei Barat, Pererat Silaturahmi Hingga Pelosok Desa
- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
PSI, Partai Suka Tuding Anies Sana Sini.

MEGAPOLITANPOS.COM: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam strategi politiknya menggunakan Anies Baswesan sebagai panggung untuk meningkatkan awareness partainya di kepala rakyat. Dengan modal kecil yaitu hanya mengeluarkan biaya publikasi, PSI berharap mendapat hasil besar lewat menyerang Anies Baswedan. PSI sadar bahwa Anies Baswedanlah figur dan tokoh satu satunya yang dapat dijadikan panggung politik partainya, lewat nyinyiran dan serangan kepada Anies Baswedan. Apa yang dilakukan PSI bukan lagi kritik dalam rangka berdemokrasi yang sehat namun menargetkan membunuh karaktek Anies Baswedan lewat serangannya. Apa pun yang dilakukan Anies Baswedan selalu dijadikan bahan serangan, meski serangan tersebut semuanya gagal karena fakta yang ada justru menjelaskan kebalikannya dari serangan yang dilakukan PSI. Kini, di momen mudik bareng yang diadakan oleh pemprov DKI dalam rangka memberikan kemudahan kepada warga DKI yang ingin mudik ke kampung halaman tahun 2022 ini, PSI kembali melakukan serangan kepada Anies Baswedan dengan menuduh Anies membagikan kaos bertuliskan "Anies Presiden Indonesia" kepada pemudik dalam even mudik gratis yang diadakan oleh pemprov DKI. Dan seperti sebelumnya, ciri khas PSI dalam melakulan serangan pada Anies Baswedan selalu tanpa fakta, yang penting serang dulu, salah atau benar serangannya belakangan. Kita masih ingat, saat ketum PSI dengan percaya dirinya membuat vlog hanya untuk menyerang Anies Baswedan dalam persiapan ajang Formula E, dalam vlog disebutkan lahan sirkuit yang masih penuh rumput dan becek, hanya kambing yang berkeliaran. Dan semua itu hanya menghasilkan bahan tertawaan netizen di medsos karena ketum PSI salah alamat dengan yang ditudingakan calon sirkuit formula E. Ditambah lagi akhrinya fakta pun membuktikan ketika Presiden Jokowi yang sering dijilat oleh PSI datang untuk meninjau persiapan sirkuit Formula E dan dikatakan oleh bapak Presiden bahwa sirkut Formula E sudah siap. Sekarang pun demikian, tudingan PSI kepada Anies Baswedan sudah dibantah oleh netizen bahwa yang dibagikan Anies Baswedan adalah paket prokes yaitu hand sanitizer dan masker tidak ada Anies membagikan kaos bertuliskan "Anies Presiden Indonesia" kepada pemudik. Kaos tersebut entah darimana datangnya dan juga tidak berjumlah banyak hanya beberapa orang pemudik saja yang memakai kaos tersebut. Dan tidak mungkinlah Anies melakukan hal konyol tersebut apalagi Anies sangat ketat dalam setiap even yang menggunakan dana APBD dan melibatkan warga secara masif, tidak pernah ada foto Anies di dalam spanduk-spanduk acara tersebut. Termasuk dalam event mudik, semua spanduk tertuliskan Pemprov DKI bukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Lalu kenapa Anies Baswedan membiarkan pemudik memakai kaos bertuliskan "Anies Presiden Indonesia", disinilah letak bijak dan santunnya Anies, Dia tidak akan pernah mau mengusik untuk melarang orang yang memakai kaos yang entah datang darimana dan siapa yang membuatnya. Anies Baswedan dalam menyikapi serangan PSI selalu bersikap tenang tidak pernah terpancing untuk reaksioner. Anies seperti sadar benar dengan politik yang dilakukan PSI dengan menyebar kebohongan, adalah politik yang pernah digunakan Adipati Krisna dalam kisah pewayangan, dimana untuk mengalahkan lawan politiknya melakukan penyebaran kabar hoax dalam perang baratayudha lewat teriakan prajurit pandawa bahwa Aswatama mati, sehingga Bengawan Drona kehilangan konsentrasinya dalam berperang karena mengira yang mati adalah anaknya, padahal yang mati adalah Estitama, gajah yang sengaja dibunuh Bima atas perintah Adipati Krisna. Dan kita lagi-lagi akan menyaksikan kegagalan serangan PSI dan para pimpinan PSI akan berkata "gagal maning son".
















