Breaking News
- Bupati Shalahuddin Apresiasi Pandangan Fraksi PKB terhadap Raperda Perubahan APBD 2026
- Erick Soedjasa Pulang ke Indonesia atas Kemauan Sendiri, Kuasa Hukum: Bukan untuk Hindari Proses Hukum
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Jawaban atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2026
- Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Babinsa Koramil CBD Dan Ciputat Patroli Kamtibmas Malam.
- Bupati Barito Utara Minta Penyelesaian Batas Desa Mea dan Tongka Dipercepat
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Sosialisasi PSDN, Dorong Kesadaran Bela Negara dan Penguatan Komcad.
- Babinsa Cireundeu Hadiri Penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Banten 2026.
- Catat Tanggalnya, Pemkot Tangerang Buka Layanan KB Gratis 15–18 September 2026.
- Akses Pedestrian Jadi Prioritas, Trotoar Jalan Bouraq-Lio Baru Kota Tangerang Diperbaiki.
- Tangerang 10K Dongkrak Okupansi Hotel, 1.362 Kamar Terisi Dua Hari.
Polres Blitar Kota Melakukan Penyelidikan Dugaan Pemalsuan Merk Sepatu Gradial

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar -Polres Blitar Kota saat ini terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pemalsuan merk sepatu Gradial yang dibagikan kepada para siswa klas VII SMP Negeri di Kota Blitar. Kasatreskrim Polres Blitar Kota saat ini sudah memeriksa sejumlah kepala SMP Negeri di Kota Blitar terkait kasus itu. Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Momon Suwito, Jumat (04/03/22). "Kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan terhadap sembilan kepala SMP Negeri di Kota Blitar terkait kasus itu," kata AKP Momon Suwito. Diberitakan sebelumnya penyelidikan kasus dugaan pemalsuan merk sepatu yang diberikan secara gratis kepada siswa SMP Negeri di Kota Blitar itu berdasarkan pengaduan dari Hartono Sutanto warga Surabaya. Hartono Sutanto merupakan pemilik sepatu merk Gradial yang pabriknya berada di Pasuruan. "Sekitar Bulan Januari 2022 kemarin, Kita menerima pengaduan atas nama Hartono Sutanto, tentang dugaan pemalsuan sepatu merek Gradial yang dibagikan kepada siswa SMP Negeri di Kota Blitar. Hartono Sutanto adalah pemilik merek sepatu Gradial di Surabaya dan perusahaannya ada di Pasuruan," ujar AKP Momon. Kasatreskrim juga mengatakan pengadaan sepatu untuk siswa dilakukan oleh masing-masing SMP Negeri di Kota Blitar sejumlah sembilan SMP Negeri di Kota Blitar yang melakukan pengadaan sepatu untuk siswa, dalam hal ini pihak sekolah menggunakan pihak ketiga sebagai penyedia barang untuk pengadaan sepatu. "Ada tiga CV selaku penyedia barang yang melakukan pengadaan sepatu siswa di sembilan SMP Negeri Kota Blitar. Kami juga sudah meminta keterangan kepada tiga CV penyedia barang itu," tandasnya Sesuai keterangan pelapor, lanjut Momon, pelapor merasa tidak pernah menjual barangnya untuk diberikan kepada siswa di sembilan SMP Negeri Kota Blitar. "Kami masih melakukan pendalaman asal-usul sepatu. Sepatu dibeli dari sebuah toko di Tulungagung. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan," ujarnya. Menurut AKP Momon, jumlah sepatu yang dibagikan kepada para siswa SMP Negeri di Kota Blitar sebanyak 2.135 pasang dengan merk Gradial. Nilai sepatu dalam pengadaan itu Rp 150.000 per pasang. Sepatu sudah didistribusikan ke siswa pada akhir 2021. "Sepatu sudah didistribusikan. Kami masih melakukan pencarian barang bukti juga. Kalau menurut pelapor selaku pemilik merek itu bukan produknya," pungkasnya. (za/mp)


.jpg)




.jpg)








