- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
- Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
- Sosialisasi Regulasi tentang Organisasi dan Tata Kerja, Sekjen ATR/BPN Tekankan Empat Pesan Strategis
- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2025 Wali Kota Blitar Berpesan ini

Keterangan Gambar : walikota Blitar pimpin Hari Santri Nasional 2025
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober 2025, Kota Blitar menggelar upacara HSN dengan Inspektur Upacara Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, acara ini dihadiri oleh alim ulama, kiyai, bu nyai, ustad, ustadzah, serta para pengasuh pondok pesantren se-Kota Blitar.
Turut hadir pula jajaran Forkopimda, Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, Majelis Ulama, Rois Suriah NU Kota Blitar, pengurus Muhammadiyah Kota Blitar, serta para santri. Upacara yang berlangsung di halaman Kantor Walikota ini berlangsung penuh khidmat dengan sekitar 500 peserta pada Rabu (22/10/25).
Dalam sambutannya, Walikota Blitar, Syauqul Muhibbin menegaskan pentingnya momentum Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para santri yang telah berjuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Baca Lainnya :
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas

Lebih lanjut, Walikota Blitar juga mengajak seluruh santri untuk berperan aktif dalam menghadapi tantangan era modern, berjuang melawan kebodohan dan kemudaratan dengan pena mengisi kemerdekaan dengan semangat membangun bumi Bung Karno.
"Jika dulu santri berjuang melawan penjajah, kini mereka berjuang melawan kebodohan dan kemudaratan dengan pena. Santri masa kini bertanggung jawab untuk berkontribusi membangun masa depan masyarakat yang lebih baik," kata Walikota Blitar.
Wali Kota Blitar Syaiqul Muhibbin mengajak seluruh santri dan masyarakat kota Blitar untuk meneguhkan kembali semangat jihad kebangsaan sebagaimana diwariskan para ulama dan pendiri bangsa, kelahiran Hari Santri berakar pada peristiwa heroik Oktober 1945, ketika para kiai dan santri bangkit melawan kembalinya penjajahan.
“Lahirnya Hari Santri diawali bermula dari gerakan pesantren melawan penjajahan. Saat Sekutu datang kembali ke Indonesia melalui Surabaya pada Oktober 1945, para ulama Nahdlatul Ulama menginstruksikan jihad fi sabilillah kepada umat Islam dalam radius 80 kilometer untuk melawan penjajah,” kata Wali Kota.
Orang nomor Satu di Pemkot Blitar lanjut menegaskan, keyakinan spiritual semacam itu menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. “Amunisi spiritual seperti ini tidak tergantikan hingga hari ini. Inilah yang membentuk pertahanan bangsa yang sesungguhnya,” tandasnya.
Pesantren memiliki kontribusi besar dalam menjaga eksistensi Republik Indonesia. Sungguh sangat di sayangkan jika ada sebagian masyarakat yang meremehkan peran pesantren dan ulama dalam sejarah bangsa.
“Kita sangat menyayangkan jika ada orang yang lupa jasa para ulama dan santri. Mereka yang hari ini menghina pesantren atau kiai seolah tak memahami bahwa kemerdekaan negeri ini juga ditebus dengan darah dan nyawa para santri,” katanya dengan nada tegas. (adv za/mp)

















